PADEK.JAWAPOS.COM-- Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menegaskan banyaknya titik jalan rusak di Kabupaten Sijunjung mayoritas dipicu oleh tingginya curah hujan akhir-akhir ini. Setelah selesai diperbaiki berselang tak begitu lama kembali rusak.
"Tidak bisa dipungkiri sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sijunjung mengalami kerusakan, bahkan di antaranya dilaporkan memgalami rusak berat. Menyusul tingginya curah hujan akhir-akhir ini," ujar Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Kamis (9/5).
Sebab itu Pemkab Sijunjung minta masyarakat untuk sabar menyikapi persoalan ini, bahkan di beberapa tempat berujung bencana, seperti longsor, banjir, dan pohon tumbang. Sijunjung masuk salah-satu daerah rawan bencana di Sumbar.
Terbaru, pada Jumat (3/5) bencana banjir bandang melanda tiga jorong di Kenagarian Padangsibusuk, Kecamatan Kupitan, buntut adanya luapan aliran sungai. Tercatat 98 unit rumah, atau 147 KK terkena dampak.
Dikatakannya, kerusakan infrastuktur akibat tingginya curah hujan tidak hanya terjadi di Kabupayen Sijunjung, melainkan juga menimpa daerah-daerah lain di Sumatera Barat (Sumbar). Bahkan di antaranya terdampak cukup parah dan menelan korban jiwa, serta kerugian secara materi tak sedikit.
"Bencana banjir, longsor dan pohon tumbang akhir-akhir ini terjadi di mana-mana, tidak saja di Kabupaten Sijinjung. Bahkan di antaranya merusak infratruktur cukup parah, seperti halnya kerusakan badan jalan. Termasuk ruas jalan nasional," ujarnya lagi.
Atas fenomena ini tak heran bila Kabupaten Sijunjung pada Jumat (26/4) lalu ditetapkan menjadi salah satu daerah kunjungan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan, dan Plt Deputi II Sorni Paskah Daeli, serta Gubernur Sumbar Mahyeldi. Dalam kunjungannya turut diserahkan paket bantuan penanganan bencana berupa uang tunai dan logistik.
Menyikapi munculnya informasi yang menyatakan Kabupaten Sijunjung banyak jalan rusak akibat kurangmya kepedulian Pemkab Sijunjung, ditegaskannya itu tidak benar.
Malah selama hampir tiga tahun terakhir pembangunan infrastruktur jalan menjadi konsentrasi utamanya, dengan mengandalkan pagu dana APBD serta bantuan APBN. Termasuk pembangunan sejumlah jembatan pengubung antarnagari dan kecamatan.
"Rasanya kita sudah berupaya maksimal menangani jalan. Namun baru saja selesai pembangunan pada satu.kawasan muncul lagi kerusakan di kawasan lainnya. Ditangani jalan tersebut, ruas sebelumnya kembali rusak pula," ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Daerah.Benny Dwifa Yuswir minta segenap warga dapat sabar menyikapi fenomena tersebut, seraya secara bertahap proses penanganan akan terus dilakukan sesuai kemampuan keuangan daerah. (atn)
Editor : Hendra Efison