PADEK.JAWAPOS.COM-Hasil panen padi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sijunjung mengalami penurunan drastis akibat cuaca kemarau yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Pada musim panen kali ini, Minggu (31/8), hasil yang diperoleh petani di beberapa lokasi bahkan tidak mencapai 500 sukat per hektare. Seperti diketahui, 1 sukat padi sama dengan 1 gantang padi atau sama beratnya dengan 2,5 kilogram.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya ketersediaan bahan pangan, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Sijunjung. Tidak menutup kemungkinan harga beras akan mengalami kenaikan. Sebagai solusi, diperlukan pasokan tambahan dari luar daerah guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Salah satu daerah terdampak cukup parah adalah Kecamatan Sumpurkudus, yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Kabupaten Sijunjung. Di kawasan ini, hasil panen dilaporkan anjlok hingga 40 persen.
Dalam beberapa kasus, hasil panen hanya cukup untuk konsumsi keluarga petani sendiri. Jika dijual, penggarap terancam merugi akibat kekurangan stok.
Syafruddin, 56, petani asal Nagari Unggan, Kecamatan Sumpurkudus, mengaku hasil panennya jauh dari harapan. Dari lahan seluas tiga hektare, ia hanya memperoleh sekitar 1.800 sukat padi.
Jumlah ini belum dikurangi biaya pengolahan hingga panen. “Idealnya, dari satu hektare lahan bisa menghasilkan sekitar 2.000 sukat bersih, atau minimal 1.700 sukat. Tapi kenyataannya sekarang jauh di bawah itu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penurunan hasil panen ini disebabkan oleh cuaca kemarau yang berlangsung selama dua bulan terakhir, sehingga pertumbuhan tanaman tidak maksimal.
Selain itu, kemunculan hama penggerek batang yang sulit dikendalikan juga memperparah kondisi. “Untuk periode sekarang, hasil panen kami memang anjlok,” tambahnya.
Situasi serupa juga dialami oleh para petani di kawasan Nagari Air Angek, Kecamatan Sijunjung. Sebagian besar lahan pertanian di daerah ini menunjukkan penurunan hasil dibandingkan musim panen sebelumnya.
Menurut para petani, cuaca kering memicu mewabahnya hama, yang menyebabkan pertumbuhan padi terganggu. Banyak tanaman mengalami kerusakan, buah padi rontok, bahkan tidak berisi. Rumpun padi juga terlihat kecil hingga masa berbuah. (atn)
Editor : Novitri Selvia