“Kegiatan ini sudah dimulai sejak 30 Maret lalu, kita melakukan monitoring harga di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Solok untuk memastikan kesesuaian harga,” ujar Sekkab Solok Medison.
Satgas Pangan Kabupaten Solok lakukan monitoring dan pemantauan harga pasar sebilan bahan pokok dan LPG 3 kilogram. Adapun 9 komoditi tersebut adalah beras, cabai merah keriting, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu
“Dari hasil monitoring secara umum keberadaan sembilan bahan pokok dan ketersediaan LPG 3 kilogram dilapangan tidak bermasalah serta tidak terjadi gejolak harga,” katanya.
Dibandingkan minggu sebelumnya tidak mengalami perubahan kecuali untuk komoditi cabai merah keriting mengalami penurunan harga dari Rp 45 ribu menjadi Rp 26 ribu dan komoditi bawang merah juga mengalami penurunan dari Rp 30 ribu menjadi Rp 20 ribu.
“Dan yang perlu menjadi perhatian khusus adalah telur ayam karena berkemungkinan akan ada peningkatan jumlah permintaan dan kenaikan harga menjelang Idul Fitri,” tambahnya.
Ia menambahkan, agenda terkait pengendalian inflasi salah satunya yakni, pencegahan peningkatan harga yang signifikan pada saat Lebaran.
Adapun, pengendalian inflasi di Kabupaten Solok telah memiliki 4 langkah secara garis besar diantaranya, pertama keterjangkauan harga, dalam hal ini perlu penyebarluasan informasi kebijakan dalam menjaga daya beli masyarakat untuk mendukung keterjangkauan harga.
Untuk tahun 2023 ini TPID telah bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan telah memiliki aplikasi secara online yakni SI GADIS ELOK (Sistem Informasi Harga Komoditi Pangan Strategi Kabupaten Solok) yang berisikan data data harga dan perubahan harga 20 komoditas bahan pokok setiap harinya.
Kedua yakni, ketersediaan pasokan, hal ini terutama untuk pangan strategis dengan peningkatan kegiatan-kegiatan produksi bahan pokok melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian.
Ketiga, kelancaran distribusi, Pemkab Solok melakukan program memperluas kerjasama antar daerah dimana telah dilakukan dengan Food Station Jakarta, Kota Pekanbaru serta beberapa daerah lainnya.
Keempat yakni komunikasi efektif, dalam hal ini yang terpenting adalah bagaimana dapat menjaga koordinasi dan kerjasama dengan baik di lingkup OPD hingga dengan pemerintah pusat, sehingga segala permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat dapat diminimalisir. (frk) Editor : Novitri Selvia