Penurunan status tersebut diumumkan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam Laporan Khusus Nomor 113.Lap/GL.03/BGL/2026, tertanggal 22 Januari 2026.
Pengamat Gunung Api Talang, Seprius, menyampaikan bahwa kondisi aktivitas gunung api telah kembali stabil.
“Saat ini status Gunung Talang sudah turun ke Level I Normal sejak 19 Januari kemarin,” kata Seprius.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan penurunan status didasarkan pada evaluasi visual, kegempaan, dan deformasi gunung api.
Ia menyebutkan, gempa Vulkanik Dalam (VT) yang meningkat sejak September 2024 hingga Desember 2025 kini mengalami penurunan signifikan.
“Pada periode 1–15 Januari 2026, gempa Vulkanik Dalam tercatat hanya 0–5 kejadian per hari, menunjukkan suplai magma dari kedalaman mulai berkurang,” ujar Lana Saria dalam keterangan resmi Kementerian ESDM.
Hasil pengamatan visual dari Pos Pengamatan Gunung Talang di Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada kawah.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan tinggi berkisar 10–50 meter di atas puncak.
Gunung Talang merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat yang berada di zona Sesar Besar Sumatera, tepatnya pada Segmen Sumani dan Segmen Suliti.
Meski berstatus normal, Badan Geologi tetap melarang masyarakat dan wisatawan mendekati atau bermalam di sekitar Kawah Utama dan Kawah Selatan dalam radius 500 meter.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi longsor di area Kawah Selatan.
Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi erupsi yang tidak bersumber dari instansi resmi.
Pemerintah daerah dan BPBD setempat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Talang untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api.
Sebelumnya, Gunung Talang sempat dinaikkan statusnya dari Level I Normal ke Level II Waspada berdasarkan Laporan Khusus Kementerian ESDM Nomor 176/GL.03/BGL/2025.(CR8)
Editor : Hendra Efison