Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Petani Solok Uji Coba Drone Pertanian untuk Penyemprotan dan Pemupukan Lahan

Frikel Adilla Mender • Minggu, 20 April 2025 | 20:49 WIB

Keltan Kumbang Jantan bekerja sama NusaDrone dan DJI Agriculture uji coba penggunaan drone untuk pertanian.(Foto: Frikel)
Keltan Kumbang Jantan bekerja sama NusaDrone dan DJI Agriculture uji coba penggunaan drone untuk pertanian.(Foto: Frikel)
PADEK.JAWAPOS.COM-Inovasi pertanian berbasis teknologi mulai diperkenalkan untuk lahan-lahan produktif di Kabupaten Solok.

Kelompok Tani (Keltan) Kumbang Jantan bekerja sama dengan NusaDrone dan DJI Agriculture menggelar uji coba penggunaan drone untuk penyemprotan dan pemupukan lahan pertanian, Minggu (20/4), di Rimbo Tinggi, Nagari Alahanpanjang, Kecamatan Lembah Gumanti.

Ketua Kelompok Tani (Keltan) Kumbang Jantan, Samsul Suhardi menjelaskan bahwa uji coba ini menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi pertanian modern yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mengurangi biaya produksi, serta menjaga kesehatan petani.

Penyemprotan menggunakan drone dinilai dapat menghemat hingga 30 persen penggunaan pestisida dan pupuk.

"Penggunaan drone untuk penyemprotan secara otomatis dari udara bisa menghemat 30 persen penggunaan pestisida dan pupuk bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan," ujar Pegiat Pertanian, Nofrins Napilus pada ujicoba yang juga dihadiri Prof. Tafdil Husni dan Prof Werry Darta Taifur, mantan Rektor Universitas Andalas.

Nofrins yang memfasilitasi uji coba drone tersebut menambahkan, saat ini tantangan utama pertanian bukan hanya memperluas lahan, tapi juga bagaimana mengoptimalkan lahan agar hasil panen meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Salah satu solusinya adalah penerapan teknologi. "Teknologi pertanian sangat relatif, yang penting sekarang adalah bagaimana kita bisa meningkatkan hasil panen dengan teknologi yang sudah tersedia. Maka dari itu, kami mulai mengenalkan penggunaan drone kepada para petani," jelasnya.

Selain efisiensi waktu dan tenaga, penyemprotan dengan drone juga dinilai lebih aman bagi kesehatan petani karena mengurangi kontak langsung dengan bahan kimia.

Nofrins menyebutkan, hasil dari uji coba ini nantinya akan dilaporkan ke pemerintah daerah untuk dikaji lebih lanjut.

"Jika hasilnya positif dan berkembang, tentu akan kita bahas penerapannya secara mandiri oleh petani, tentunya tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku," imbuhnya.

Selain petani, kata Nofrins, Prof. Tafdil juga mengajak 15 orang mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian Unand untuk pengenalan dan pelatihan dasar Pilot Drone.

Lumbung Bawang Potensial

Solok yang dikenal sebagai lumbung bawang merah nasional yang memiliki lahan luas, kata Nofrins, sangat potensial dalam penerapan teknologi drone ini.

Potensi ini harus jadi perhatian serius agar ke depan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah. Apalagi ditunjang keberadaan destinasi wisata Solok yang kini ramai dikunjungi wisatawan.

Informasi yang diperolehnya, produksi bawang merah di Kabupaten Solok ini sekarang menduduki kedua terbesar Nasional setelah Brebes. Solok 216.000 ton per tahu, dan Brebes 290.000 ton per tahun.

"Ini artinya, jika harga bawang merah rata-rata Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kg, maka uang berputar di Solok ini sekitar Rp5 hingga Rp6 triliun lebih per tahun di petani," jelasnya.

Perwakilan NusaDrone-DJI Agriculture, Moh. Bahrun, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tahap awal pengenalan teknologi drone kepada petani di daerah.

"Kami mencoba membagikan pengetahuan tentang teknologi drone di bidang pertanian. Kami ingin mengajak petani agar melek teknologi, dimulai dengan melihat, memahami, dan pada akhirnya bisa menggunakannya secara mandiri," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan drone oleh petani secara mandiri akan melalui tahapan tertentu, termasuk pelatihan dan pemahaman terhadap regulasi yang mengatur penggunaan alat ini di sektor pertanian.

"Harapan kami, ke depan para petani bisa mengoperasikan drone secara mandiri untuk penyemprotan, tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Teknologi ini sangat bermanfaat dan menjadi bagian dari masa depan pertanian Indonesia," pungkas Bahrun.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Samsul Suhardi #petani Solok #lumbung bawang nasional #bawang merah solok #Tafdil Husni #Nofrins Napilus #teknologi pertanian #drone pertanian