Acara tersebut menjadi penutup dari 11 rangkaian kegiatan Sekolah Lapang Tematik tahun 2025 yang melibatkan 14 kecamatan.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Solok Candra, Plt Sekretaris DPTPH Sumbar Dedek Sri Aulia, Camat Junjung Sirih Neni Amelia, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai nagari di Paninggahan.
Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kelompok tani yang berhasil meningkatkan produksi padi hingga 20 persen dengan biaya lebih efisien.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Sumbar yang terus mengalokasikan 10 persen anggaran daerah untuk sektor pertanian, mengingat 57 persen masyarakat bergantung pada sektor ini dengan kontribusi 22 persen terhadap PDRB Sumbar.
“Pemerintah Provinsi terus mendorong kemandirian pangan melalui penggunaan pupuk organik dan efisiensi biaya. Pertanian adalah tulang punggung ekonomi Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Ia menambahkan, keberadaan Sekolah Lapang Tematik menjadi langkah strategis meningkatkan kapasitas petani dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok Candra menyampaikan, program “Sawah Pokok Murah” terbukti meningkatkan hasil panen dari 4–5 ton menjadi 6–7 ton per hektare.
Pemkab Solok, ujarnya, kini memfokuskan pembangunan pada dua sektor utama, yakni pertanian dan pariwisata, dengan target produksi padi mencapai 316.000 ton tahun ini.
“Sekitar 80 persen hasil panen Solok berkontribusi pada pasokan pangan daerah sekitar. Kami siap menjadi penyedia bahan baku dapur MBG,” kata Candra.
Kabid Penyuluhan Pertanian Kabupaten Solok Musmulyadi menambahkan, program Sekolah Lapang Tematik juga menekan penggunaan pestisida dan pupuk kimia hingga 50 persen, serta meningkatkan hasil panen 24 persen dibanding metode konvensional.
Selain panen raya, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, sambutan dari kepala daerah, penyerahan produk Kopi Bubuk Petani Milenial Rimbo Ulul Paninggahan, sesi tanya jawab, dan foto bersama.
Program ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan petani dalam mewujudkan kemandirian pangan, efisiensi biaya produksi, dan peningkatan kesejahteraan petani di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison