Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil meloloskan lima proposal untuk memperoleh pendanaan PISN. Salah satunya berjudul “Revitalisasi Sanggar Tari Piring Tradisional Singo Barantai: Pelestarian Warisan Seni dan Budaya Minangkabau di Nagari Saniangbaka.”
Saniangbaka, yang terletak di Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu nagari bersejarah di Minangkabau yang sejak lama dikenal sebagai pusat lahirnya maestro seni tradisi.
Dari nagari ini, melalui Sanggar Singo Barantai, telah lahir berbagai tarian dan kesenian khas, seperti Tari Adok dan Randai Ilau, serta Randai Kaba Magek Manandin yang melegenda.
Namun, meskipun memiliki sejarah panjang dan tokoh-tokoh besar, kondisi seni tradisi di nagari ini mulai terpinggirkan karena minimnya dukungan infrastruktur, sarana latihan, dan media promosi.
Hal inilah yang melatarbelakangi tim pengabdi memilih Sanggar Singo Barantai sebagai objek revitalisasi dalam Program Inovasi Seni Nusantara.
Menurut Jeihan Nabila S.IIP M.I.Kom, kegiatan pengabdian ini bertujuan melestarikan warisan seni dan budaya Minangkabau serta menghidupkan kembali kekayaan seni tari piring tradisional dalam bentuk aslinya yang sarat filosofi, agar tidak kalah oleh pertunjukan modern yang cenderung menekankan aspek atraktif semata.
Selain itu, kegiatan ini mendorong regenerasi seniman dan memberikan ruang serta kesempatan bagi generasi muda Saniangbaka untuk mengembangkan bakat seni tari tradisional yang telah diwariskan oleh leluhur mereka, sehingga tercipta kesinambungan antara generasi tua dan muda.
Kegiatan pengabdian direncanakan dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama telah dilaksanakan pada Minggu (16/11/2025) dalam bentuk serah terima perlengkapan tari, yang terdiri atas seragam tari, peralatan seni (gendang dan talempong), serta peralatan elektronik (sound system dan pencahayaan panggung).
Kegiatan ini dihadiri oleh tim pengabdi, yaitu Jeihan Nabila, S.IIP., M.I.Kom., Dr. Ridha Hasnul Ulya, S.Pd., M.Pd., dan Firnando Sabetra, S.Pd., M.Pd., pengurus sanggar, serta pemerintah Nagari Saniangbaka.
Jeihan Nabila menambahkan, kegiatan ini dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dengan penataan panggung, lokakarya promosi digital bagi anggota sanggar, serta digitalisasi dan penguatan merek (pembuatan logo, profil, dokumentasi, dan media digital) melalui media sosial sebagai sarana promosi sanggar.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah nagari dan pengurus sanggar. Ketua Sanggar Singo Barantai, Agus Mantari Alam, menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan pengabdian ini.
“Apa yang diserahkan hari ini sangat relevan dengan kebutuhan sanggar. Kami berharap kehadiran tim pengabdian dari UNP mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas Sanggar Singo Barantai,” ujarnya.
Kegiatan serah terima ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan target pengembangan sanggar serta membahas wacana pengintegrasian kesenian tari piring asli Saniangbaka ke dalam kurikulum sekolah-sekolah yang ada di Nagari Saniangbaka.
Setelah itu, rangkaian kegiatan ditutup dengan pertunjukan Tari Piring Tumbuk Ampiang oleh anak-anak Sanggar Singo Barantai.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam melestarikan tradisi seni dan budaya legendaris serta melahirkan generasi penerus seni tradisi di Nagari Saniangbaka.(*)
Editor : Hendra Efison