PADEK.JAWAPOS.COM-Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana galodo di Kabupaten Solok terus dikebut.
Salah satu langkah krusial yang dilakukan adalah pembangunan Jembatan Bailey sebagai jembatan darurat untuk menggantikan jembatan permanen yang hanyut diterjang banjir bandang.
Jembatan Bailey menjadi solusi cepat untuk memulihkan akses transportasi serta menggerakkan kembali aktivitas masyarakat terdampak.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, satu unit lengkap material Jembatan Bailey untuk Jorong Muarobusuak, Nagari Koto Hilalang, tiba di Posko Utama Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Solok, Minggu sore (28/12).
Kedatangan material jembatan tersebut disambut oleh masyarakat setempat. Seorang warga Koto Hilalang yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur setelah melihat langsung material Jembatan Bailey telah berada di posko.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Ini harapan besar bagi kami masyarakat Muarobusuak. Sejak jembatan hanyut diterjang galodo, aktivitas kami lumpuh. Melihat material jembatan sudah sampai, kami merasa tidak lagi sendirian menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Material jembatan dikirim oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Jambi sebagai bentuk dukungan lintas daerah terhadap percepatan pemulihan infrastruktur pascagalodo di Kabupaten Solok.
Jembatan Bailey tersebut akan dibangun di lokasi jembatan lama yang rusak parah dan hanyut, serta menjadi satu-satunya akses keluar masuk warga Jorong Muarobusuak.
Pemasangan jembatan direncanakan akan dilaksanakan oleh personel gabungan TNI dan Polri dengan dukungan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok.
Kehadiran jembatan darurat ini ditujukan untuk mengembalikan konektivitas wilayah serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Komandan Tim Pemasangan Jembatan Bailey, Letda CZI Yuda Candradimuka, menyampaikan bahwa seluruh material jembatan telah tiba dalam kondisi lengkap dan aman di Posko Utama BPBD Kabupaten Solok pada Minggu (28/12) sekitar pukul 16.00.
“Material yang diterima terdiri atas panel standar, vertical dan horizontal frame, end post, plate deck, serta perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh material diangkut menggunakan dua unit kendaraan trailer,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, S.Sos., menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bersifat mendesak karena menjadi akses vital masyarakat.
“Material jembatan akan dilansir ke lokasi pemasangan pada Senin (29/12) mulai pukul 08.00 dengan dukungan armada dan alat berat,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur TNI telah membangun dua unit Jembatan Bailey di wilayah terdampak lainnya.
Langkah ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur vital pascabencana galodo di Kabupaten Solok melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri. (cr8)
Editor : Novitri Selvia