Kapolsek X Koto Singkarak, Iptu Ronald Hidayat, mangatakan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Menurut penjelasannya, curah hujan yang ekstrem menyebabkan volume air sungai meningkat drastis hingga melimpah ke pemukiman warga.
“Kebetulan dikarenakan hujan lebat, air sungai besar. Untuk rumah yang hanyut itu merupakan bangunan yang sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan akibat banjir yang pernah melanda kawasan tersebut,” ujar Iptu Ronald Hidayat, Jumat pagi.
Letak bangunan yang berada tepat di tepi sungai membuat struktur rumah semakin rentan. Sebelumnya, rumah tersebut dilaporkan telah terdampak bencana serupa, sehingga luapan air kali ini langsung merobohkan dan menghanyutkan sisa bangunan yang ada.
Hingga Jumat pagi, di lokasi terdampak menunjukkan bahwa arus sungai sudah mulai melandai. Kendati demikian, pihak kepolisian menyoroti adanya kendala teknis pada kondisi sungai.
Tingginya sedimentasi atau pengendapan material di dasar sungai menyebabkan daya tampung air berkurang drastis. Hal ini memicu air cepat naik ke permukaan meskipun durasi hujan tidak terlalu lama.
“Kendalanya sedimentasi di sungai itu masih tebal dan tinggi, makanya kalau hujan datang air langsung naik,” tambah Iptu Ronald.
Menyikapi potensi banjir susulan, Polsek X Koto Singkarak telah bergerak memberikan imbauan kepada masyarakat setempat.
Mengingat cuaca yang masih sulit diprediksi, warga yang tinggal di zona rawan diperintahkan untuk segera mencari posisi yang lebih aman jika intensitas air mulai menunjukkan kenaikan.
“Insya Allah untuk warga sudah kami imbau untuk bergeser ke posisi yang aman dulu sebagai langkah antisipasi,” tutupnya. (cc1)
Editor : Adetio Purtama