Film Pendek “Rantang Kecil” Harumkan MTsN 2 Solok, Digagas Ketua OSIM Ahsanul Zikra
Dila Kartika Sari• Senin, 5 Januari 2026 | 18:39 WIB
Ahsanul Zikra, Ketua OSIM MTsN 2 Solok, sukses melahirkan film pendek Rantang Kecil yang meraih prestasi di festival pelajar Kabupaten Solok 2025. Ahsanul Zikra, Ketua OSIM MTsN 2 Solok, menjadi penggagas film pendek Rantang Kecil yang meraih prestasi pada festival film pendek pelajar yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok.
PADEK.JAWAPOS.COM—Ahsanul Zikra, Ketua OSIM MTsN 2 Solok periode 2025–2026, menjadi sosok di balik lahirnya film pendek Rantang Kecil yang mengharumkan nama madrasah dalam festival film pendek pelajar Kabupaten Solok.
Film tersebut diproduksi oleh siswa MTsN 2 Solok dan meraih apresiasi pada ajang yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok.
Zikra, bungsu dari tiga bersaudara, merupakan siswa kelas IX MTsN 2 Solok. Ia lahir pada 10 Maret 2010 dan merupakan putra dari pasangan Asril dan Marsulena.
Selain aktif sebagai Ketua OSIM, Zikra dikenal memiliki minat kuat di bidang fotografi dan dokumentasi kegiatan madrasah. Aktivitas tersebut ia lakukan baik di lingkungan sekolah maupun di Sawah Kandang, Nagari Salayo, Kabupaten Solok.
Bakat fotografi Zikra mulai terlihat sejak sekolah dasar. Ia merupakan alumni SDIT Sa’adiah Salayo dan banyak belajar dari kedua kakaknya yang juga menekuni bidang fotografi.
Minat tersebut mendapat dukungan dari keluarga, termasuk ayahnya yang merupakan pimpinan Pondok Al Qur’an Assalam di Sawah Kandang, Nagari Salayo.
Di MTsN 2 Solok, Zikra dipercaya menjadi bagian dari tim humas madrasah. Ia aktif mendokumentasikan kegiatan siswa, guru, dan agenda sekolah melalui foto dan konten visual.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTsN 2 Solok, Wermayudha, mengapresiasi kontribusi Zikra terhadap citra madrasah.
“Dia anak emas kami di sini. Hobi dan kemampuan fotografinya ikut membesarkan nama MTsN 2 Solok, termasuk melalui prestasi film Rantang Kecil,” ujar Wermayudha, Sabtu (20/12/2025).
Kepala MTsN 2 Solok, Erdinal, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kolaborasi siswa dan guru yang memiliki bakat seni.
“Ini bukan hanya karya seni, tetapi bukti kemampuan dan kolaborasi siswa bertalenta yang dibimbing guru-guru berkompeten,” kata Erdinal.
Erdinal berharap Zikra dapat menjadi inspirasi bagi siswa kelas VII dan VIII untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni serta kepemimpinan. (cr8)