Pembersihan dilakukan untuk mengatasi penyumbatan aliran yang mengganggu pasokan air ke lahan pertanian masyarakat.
Gangguan tersebut berdampak pada aktivitas pertanian di lima nagari terdampak, yakni Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang, dan Cupak.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan kegiatan tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan irigasi.
“Pagi ini kita bersama Pak Bupati, Pak Bakhtul, Pak Camat dan masyarakat melakukan goro untuk membersihkan saluran irigasi Banda Gadang dari sedimen agar aliran air kembali lancar,” ujar Mahyeldi.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Sumbar telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar melalui PSDA untuk perbaikan jangka panjang saluran irigasi di lokasi tersebut.
“Untuk penanganan permanennya, kita sudah alokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui PSDA Provinsi, sedangkan untuk pembenahan Kapalo Banda kita minta dukungan CSR dari Bank Nagari,” kata Mahyeldi.
Perbaikan itu diharapkan memulihkan fungsi optimal irigasi Banda Gadang yang mengairi sekitar 5.500 hektare sawah masyarakat di Kecamatan Gunung Talang.
“Mudah-mudahan ini bisa selesai segera agar pasokan air untuk 5.500 hektare sawah masyarakat kembali optimal,” ujarnya.
Wakil Bupati Solok, H. Candra, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar terhadap sektor pertanian.
“Terima kasih Pak Gubernur. Ini bukti besarnya perhatian Pemprov untuk sektor pertanian,” ujar Candra.
Warga setempat, Didi (43), mengatakan banjir dan longsor pada akhir November 2025 menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan di beberapa titik irigasi.
“Meski harus menunggu solusi permanen, kami tenang karena sudah ada kejelasan dari pemerintah. Gubernur dan Wabup juga hadir langsung dalam gotong royong,” katanya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas BMCKTR Armi, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Syefdinon, perwakilan Bank Nagari, serta Camat Gunung Talang.(*)
Editor : Hendra Efison