Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ramadan Produktif, Staf Dinas KUKMPP Solok Praktik Sulaman dari Program Pelatihan UMKM

Dila Kartika Sari • Selasa, 24 Februari 2026 | 22:53 WIB

Staf Dinas KUKMPP Kabupaten Solok isi istirahat Ramadan dengan sulaman tangan, implementasi pelatihan UMKM dan penguatan IKM daerah.
Staf Dinas KUKMPP Kabupaten Solok isi istirahat Ramadan dengan sulaman tangan, implementasi pelatihan UMKM dan penguatan IKM daerah.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di sela tugas kedinasan selama Ramadan, staf Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) Kabupaten Solok memanfaatkan waktu istirahat dengan membuat kerajinan sulaman tangan di kantor, Selasa (24/02/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penerapan langsung program pelatihan keterampilan yang selama ini digelar dinas tersebut bagi pelaku UMKM di Kabupaten Solok.

Para staf membuat sulaman menggunakan benang dan kain dengan motif yang mencerminkan kearifan lokal daerah. Aktivitas tersebut dilakukan di antara waktu berbuka puasa dan salat tarawih sebagai bagian dari penguatan keterampilan teknis.

Kepala Bidang Industri Dinas KUKMPP Kabupaten Solok, Catra Desiana, SP, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan implementasi konkret dari materi pelatihan yang selama ini diberikan kepada pelaku UMKM.

"Program ini bukan sekadar pengisi waktu luang saat istirahat Ramadhan, melainkan bentuk konkret dari penerapan ilmu yang selama ini kita salurkan kepada para pelaku UMKM. Melalui praktik langsung, kita jadi mampu memahami seluk-beluk proses produksi serta berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pengrajin di lapangan," ujar Catra.

Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun Dinas KUKMPP Kabupaten Solok secara konsisten menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan jahitan dan sulaman tangan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha kecil dan menengah.

Menurut Catra, keterlibatan aparatur sipil negara dalam praktik langsung pembuatan sulaman menjadi bagian dari upaya memperdalam pemahaman terhadap proses produksi kerajinan yang diajarkan kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan bukti bahwa kreativitas dapat berkembang di mana saja, bahkan di lingkungan perkantoran yang serba formal. Jika para staf saja mampu menghasilkan karya jahitan sulaman yang rapi dan memiliki nilai jual, maka para pelaku UMKM seharusnya semakin percaya diri untuk terus berkreasi dan meningkatkan standar kualitas produknya," katanya.

Salah seorang staf Bidang Industri, Tia Waroka, menyatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai proses pembuatan sulaman tangan yang membutuhkan ketelitian dan kreativitas.

"Dari kegiatan ini kami jadi memahami secara lebih mendalam proses pembuatan kerajinan sulaman. Ternyata dibutuhkan kesabaran luar biasa, ketelitian dalam setiap jahitan, serta kreativitas tinggi dalam memilih dan mengkombinasikan motif serta warna agar hasil akhir terlihat memukau dan profesional," ujar Tia.

Catra menambahkan, sulaman tangan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah apabila didukung inovasi desain, peningkatan kualitas jahitan, serta pengemasan yang lebih baik.

Ia menegaskan Dinas KUKMPP Kabupaten Solok berkomitmen mendampingi pelaku UMKM melalui pelatihan, pembinaan berkelanjutan, dan promosi produk guna memperkuat sektor industri kecil dan menengah di daerah tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
#Dinas KUKMPP Kabupaten Solok #pelatihan umkm #sulaman tangan #IKM Kabupaten Solok