Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Program MBG Libur Sementara, Harga Telur Ayam Ras di Solok kembali Normal

Dila Kartika Sari • Senin, 29 Juni 2026 | 10:17 WIB
(DOKUMENTASI PRIBADI)
(DOKUMENTASI PRIBADI)

PADEK.JAWAPOS.COMHarga telur ayam ras di Kabupaten Solok mengalami penurunan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Turunnya permintaan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat pasokan telur di pasar kembali stabil sehingga harga berangsur turun.

Penghentian sementara pelaksanaan MBG mengacu pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang meminta seluruh dapur SPPG melakukan audit dan evaluasi menyeluruh. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar tiga minggu selama masa libur sekolah.

Salah seorang pedagang telur di Pasar Guguak, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Anto, mengatakan penurunan harga mulai terasa sejak dapur MBG tidak lagi beroperasi.

Baca Juga: AUTO2000 dan Polresta Bukittinggi Gaungkan Gaya Hidup Sehat lewat Fun Run

"Yang paling terasa penurunannya itu telur ayam. Saat ini satu papan dijual Rp56 ribu, sementara ketika MBG masih berjalan harganya bisa mencapai Rp65 ribu," ujar Anto, Minggu (28/6/2026).

Menurut Anto, tingginya harga telur dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh meningkatnya permintaan dari dapur SPPG yang memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Bahkan, banyak pedagang besar memilih membeli langsung ke peternak sehingga stok di pasar menjadi terbatas.

"Permintaan dari dapur SPPG waktu itu sangat tinggi, sehingga harga ikut terdongkrak. Mereka bahkan membeli langsung ke kandang. Akibatnya kami pedagang kecil ikut terdampak," katanya.

Baca Juga: Puncak Hoyak Tabuik Piaman 2026 Meriah, Yota Balad Ajak Warga Semarakkan HUT ke-24 Kota Pariaman

Seiring berkurangnya permintaan akibat penghentian sementara program tersebut, distribusi telur ke pasar kembali normal. Kondisi itu membuat stok lebih mudah diperoleh oleh pedagang dan harga berangsur turun.

Anto mengaku kondisi tersebut justru memberikan keuntungan bagi pedagang karena ketersediaan barang menjadi lebih terjamin.

"Alhamdulillah stok sekarang melimpah dan mudah didapat. Kami pedagang senang karena barangnya tersedia," tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen, Usut Penyebab Kematian Lima Calon Manajer KDKMP saat Mengikuti Latsarmil

Penurunan harga telur juga disambut baik oleh masyarakat. Menurut Anto, konsumen merasa lebih terbantu karena dapat membeli telur dengan harga yang lebih terjangkau di tengah harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya yang masih relatif tinggi.

"Pembeli juga merasa terbantu dengan harga yang lebih murah, apalagi harga komoditas lain masih mahal," pungkasnya.

Meski demikian, para pedagang berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan setelah proses audit dan evaluasi selesai. Mereka menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi, terutama bagi peternak dan pelaku usaha pangan, selama pasokan dan distribusi tetap terjaga sehingga tidak memicu lonjakan harga yang signifikan di tingkat konsumen. (cr8)

Editor : Adetio Purtama
#harga telur #program mbg #telur #kabupaten solok