Revitalisasi Taman Baca di Paninjauan Solok, UNP Perkuat Literasi Berkelanjutan

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 08:00 WIB
UNP bersama Pemerintah Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, menggelar program revitalisasi Taman Baca Masyarakat di Kabupaten Solok, 30–31 Juli 2026.
UNP bersama Pemerintah Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, menggelar program revitalisasi Taman Baca Masyarakat di Kabupaten Solok, 30–31 Juli 2026.

PADEK.JAWAPOS.COM – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Fakultas Bahasa dan Seni, merevitalisasi peran Taman Baca Masyarakat (TBM) di Nagari Paninjauan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, melalui Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) pada 30–31 Juli 2026.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Inovasi Program Literasi Berbasis Taman Baca Masyarakat dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Nagari Paninjauan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat” itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelola TBM dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Nagari Paninjauan dan TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar.

Perangkat nagari, tokoh adat, kelompok pemuda, serta ratusan warga mengikuti berbagai pelatihan dan diskusi selama dua hari.

Ketua Tim Pengabdian UNP, Dr. Elva Rahmah, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan pengelolaan TBM perlu bergeser dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat.

“TBM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia harus bertransformasi menjadi ruang kreativitas, pusat pengembangan keterampilan, hingga wahana pelestarian pengetahuan lokal,” ujar Elva dalam keterangannya, Jumat (30/7/2026).

Literasi Digital dan Kearifan Lokal

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai strategi meningkatkan minat baca, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan perpustakaan, serta pengembangan program literasi berbasis kearifan lokal Minangkabau.

Pengelola TBM juga mengikuti sesi pendampingan untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan sekaligus menyusun solusi yang dapat diterapkan di masyarakat.

Sejumlah gagasan yang muncul antara lain pembentukan pojok baca anak interaktif, kelas literasi digital bagi lansia dan pemuda, serta dokumentasi pengetahuan lokal nagari.

Elva mengatakan pemanfaatan teknologi digital dan integrasi budaya lokal diperlukan agar TBM tetap relevan bagi masyarakat.

“Kami ingin mendorong lahirnya inovasi agar TBM tetap relevan dan diminati masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dan integrasi budaya lokal adalah kunci agar TBM di Nagari Paninjauan ini hidup dan berkelanjutan,” katanya.

Dorong Pencapaian SDGs

Program revitalisasi taman baca di Solok tersebut juga dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Penguatan literasi berkontribusi terhadap SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, peningkatan kapasitas masyarakat mendukung SDG 8 tentang Pertumbuhan Ekonomi dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Sementara kolaborasi UNP dengan pemerintah nagari merefleksikan SDG 17 tentang Kemitraan.

Pemerintah Nagari Paninjauan menyambut baik kolaborasi tersebut karena akses terhadap informasi dan pendidikan nonformal dinilai penting bagi kemajuan masyarakat di era digital.

Pemerintah nagari berharap pemberdayaan TBM di Paninjauan dapat berlanjut dan menjadi percontohan bagi nagari lain di Sumatera Barat dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya.(*)

Editor : Hendra Efison
revitalisasi taman baca Solok unp Nagari Paninjauan Literasi Berkelanjutan taman baca masyarakat