Jerami Tak Lagi Dibakar, Dosen UNP Latih Petani Selayo Buat Pupuk Organik dan Pestisida Hayati

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Tim Pengabdian UNP menyampaikan materi dan mendampingi praktik pembuatan pupuk organik serta pestisida hayati bersama Kelompok Tani Mekar Jaya di Nagari Selayo, Kabupaten Solok.
Tim Pengabdian UNP menyampaikan materi dan mendampingi praktik pembuatan pupuk organik serta pestisida hayati bersama Kelompok Tani Mekar Jaya di Nagari Selayo, Kabupaten Solok.

SALAYO, PADEK.JAWAPOS.COM– Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melatih 20 anggota Kelompok Tani Mekar Jaya, Nagari Selayo, Kabupaten Solok, mengolah jerami menjadi pupuk organik dan membuat pestisida hayati berbahan lokal pada 23–24 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengurangi pembakaran jerami, menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta membantu petani memperbaiki kualitas tanah dan memulihkan lahan pertanian setelah terdampak banjir.

Program bertema “Pelatihan dan Implementasi Pembuatan Pupuk Organik dari Jerami dan Pestisida Hayati Berbasis Teknologi untuk Perbaikan Kualitas Tanah, Pengendalian Hama dan Pemulihan Lahan Pascabencana Banjir di Selayo, Solok” itu merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Program didanai melalui DIPA Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2026. Tim pengabdian dipimpin Ahadul Putra, M.Si., bersama Romy Dwipa Y.A., M.Eng., Ph.D. dan apt. Della Rosalynna Stiadi, M.Farm., serta didukung empat mahasiswa Departemen Kimia UNP.

Jerami Diolah Jadi Pupuk Organik

Nagari Selayo merupakan salah satu wilayah sentra pertanian di Kabupaten Solok yang dikenal sebagai penghasil beras Solok. Namun, petani masih menghadapi persoalan pengelolaan jerami yang belum optimal karena sebagian jerami dibakar.

Selain berpotensi mencemari lingkungan, pembakaran membuat jerami kehilangan peluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik.

Petani juga menghadapi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, tingginya biaya input pertanian, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta dampak banjir terhadap lahan pertanian.

Melalui pelatihan, tim UNP mengajarkan teknologi pengomposan jerami menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai bahan pembenah tanah.

Proses tersebut juga menghasilkan cairan hasil fermentasi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.

“Kami memberikan solusi praktis agar jerami tidak lagi dibakar, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik. Dengan demikian, petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ujar Ahadul Putra, Ketua Tim Pengabdian.

Petani Dilatih Membuat Pestisida Hayati

Selain pupuk organik, peserta mendapatkan edukasi dan praktik pembuatan pestisida hayati berbahan lokal sebagai alternatif dalam pengelolaan OPT.

Materi mencakup pengenalan OPT, jenis hama tanaman, mekanisme kerja pestisida, tanaman lokal yang berpotensi menjadi bahan pestisida, serta teknik pembuatan dan aplikasinya.

Praktik pembuatan pupuk organik berbasis jerami dan pestisida hayati menggunakan mesin pencacah, komposter, serta peralatan pendukung yang telah diserahkan tim pengabdian kepada mitra pada 22 Juli 2026.

Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Yosserizal mengapresiasi pelatihan dan bantuan peralatan dari UNP. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola jerami dan menerapkan pertanian ramah lingkungan.

Program selanjutnya akan dilanjutkan melalui pendampingan selama delapan bulan. Kelompok Tani Mekar Jaya akan didampingi untuk memproduksi pupuk organik, memanfaatkannya di lahan pertanian, serta mengaplikasikan pestisida hayati.

Melalui program pengabdian ini, petani diharapkan mampu mengelola jerami secara mandiri, mengurangi pembakaran, menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta memenuhi kebutuhan pupuk organik dan pestisida hayati secara mandiri.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini juga mencerminkan dukungan DPPM, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek melalui pendanaan program pengabdian kepada masyarakat tahun 2026.(*)

Editor : Hendra Efison
pupuk organik jerami pestisida hayati Kelompok Tani Mekar Jaya unp Nagari Selayo