KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan ke Koto Sani Solok, Pulihkan Budidaya Pascabencana

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Bupati Jon Firman Pandu serahkan bantuan dari KKP berupa 120 ribu benih ikan, pakan, dan coolbox kepada kelompok pembudidaya di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, untuk pemulihan usaha perikanan pascabencana.
Bupati Jon Firman Pandu serahkan bantuan dari KKP berupa 120 ribu benih ikan, pakan, dan coolbox kepada kelompok pembudidaya di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, untuk pemulihan usaha perikanan pascabencana.

PADEK.JAWAPOS.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan 120 ribu benih ikan kepada kelompok pembudidaya di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (31/7/2026), untuk mempercepat pemulihan usaha perikanan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Selain benih ikan, KKP juga memberikan bantuan pakan ikan dan coolbox kepada para pembudidaya. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perikanan di wilayah terdampak bencana.

Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Enggar Saptopo, mengatakan pemerintah pusat berkomitmen mempercepat pemulihan sektor perikanan di Kabupaten Solok.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan akan segera mempercepat proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah Kabupaten Solok,” ujar Enggar saat penyerahan bantuan.

Menurut Enggar, sinergi KKP dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok sangat diperlukan agar proses pemulihan usaha budidaya masyarakat dapat berjalan lebih cepat.

Kolam Budidaya Rusak Diterjang Bencana

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan Nagari Koto Sani sebelumnya merupakan salah satu sentra produksi ikan di Sumatera Barat. Namun, kawasan tersebut mengalami kerusakan parah setelah luapan sungai dan sedimentasi saat bencana melanda.

“Kolam-kolam warga rusak, endapan lumpur menutup tambak. Ini berdampak langsung pada produksi dan mata pencaharian para pembudidaya,” kata Jon.

Pemerintah Kabupaten Solok masih menjalankan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap berbagai infrastruktur yang terdampak bencana. Jon menyebut seluruh proses rehab-rekon ditargetkan selesai hingga 2028 sesuai arahan Presiden.

“Sampai 2028 semua rehab-rekon harus tuntas. Kami berharap bantuan dari KKP ini bisa segera menghidupkan kembali usaha budidaya masyarakat,” ungkapnya.

Pemkab Solok Usulkan Bantuan Tambahan

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Jon juga mengusulkan tambahan dukungan dari KKP untuk mempercepat pemulihan usaha pembudidaya ikan di Koto Sani.

Usulan itu meliputi bantuan indukan ikan serta perbaikan jaringan irigasi dan kolam budidaya yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Bantuan 120 ribu benih ikan tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat untuk kembali menjalankan kegiatan budidaya setelah mengalami kerusakan pada sarana produksi.

Penyerahan bantuan dihadiri jajaran KKP, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Solok, serta perwakilan kelompok pembudidaya ikan Nagari Koto Sani.(*)

Editor : Hendra Efison
benih ikan Solok budidaya ikan pascabencana pemulihan perikanan Solok Koto Sani kkp