Kabut Kuning Selimuti Solok Tiga Hari, BPBD Imbau Warga Pakai Masker

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 21:00 WIB
Kabut kuning menyelimuti sejumlah wilayah Solok selama tiga hari. BPBD mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruang dan memakai masker.
Kabut kuning menyelimuti sejumlah wilayah Solok selama tiga hari. BPBD mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruang dan memakai masker.

PADEK.JAWAPOS.COM— Kabut berwarna kekuningan disertai bau khas menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu hingga Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas udara menurun dan panorama sejumlah pegunungan yang biasanya terlihat jelas ikut tertutup kabut.

Dari kawasan Koto Baru, Gunung Talang yang biasanya menjadi pemandangan terlihat jelas kini tidak tampak. Kondisi serupa terlihat di sekitar Danau Singkarak, yang biasanya memperlihatkan Gunung Marapi dan Singgalang di sisi utara.

Panorama dari kawasan Saningbaka hingga sekitar Hotel Singkarak Sumpur di Malalo juga tertutup kabut tebal berwarna kekuningan.

BPBD Imbau Warga Gunakan Masker

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara tersebut.

“Udara saat ini tidak baik. Kami imbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika memang ada keperluan mendesak, pastikan menggunakan masker,” kata Khairul.

Menurutnya, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut masih menyelimuti sejumlah wilayah. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dianjurkan ketika warga harus beraktivitas di luar rumah.

Penyebab Kabut Belum Dipastikan

Khairul mengatakan hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kebakaran hutan dan lahan yang menjadi penyebab utama penurunan kualitas udara di Kabupaten Solok.

Meski demikian, BPBD bersama tim gabungan tetap siaga dan melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar potensi kejadian yang dapat memperburuk kondisi segera ditangani.

Pada Sabtu (5/9) menjelang magrib, sempat terjadi kebakaran lahan di ruas jalan Singkarak–Aripan. Kebakaran tersebut langsung ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok.

Namun, BPBD belum menyatakan kebakaran lahan tersebut sebagai penyebab kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Solok selama tiga hari terakhir.

Warga Diminta Waspadai Kebakaran Lahan

Selain mewaspadai kondisi udara, BPBD mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat membersihkan maupun mengolah lahan.

Kebiasaan membakar sampah, kayu, dan ranting dapat menjadi pemicu kebakaran lahan dan hutan. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

BPBD Kabupaten Solok akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat segera melaporkan kejadian yang berpotensi menimbulkan bencana.

Informasi dan pelaporan bencana dapat diakses masyarakat melalui kanal informasi BPBD Kabupaten Solok di InaRISK BNPB.(*)

Editor : Hendra Efison
kabut Solok kabut kuning Solok kualitas udara Solok kabut asap Sumatera Barat bpbd kabupaten solok