Ikan larangan sendiri sudah dibentuk tahun 2017 lalu, sampai sekarang masih dilakukan penyebaran di titik lainnya yang berpotensi untuk pengembangan ikan.
“Jenis bibit ikan nila, rayo termasuk gariang sudah kita lepas di sungai larangan di Solsel sejak 2017. Satu sungai kisaran 5 ribu bibit hingga 10 ribu bibit, tergantung panjang perairan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Solok Selatan, Budiman, Senin (27/6) di kantornya.
Dia menyebutkan, untuk Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh pertama kali dilepas ikan larangan Sabtu (25/6). Sehingga jumlah lokasi ikan larangan sudah di tujuh Kecamatan yang ada di Solsel. Biasanya hanya di enam kecamatan, tapi di pertengahan tahun 2022 ini sudah masuk di tujuh kecamatan.
“Kita hanya menyediakan bibit ketika masyarakat mengirim permintaan ke dinas untuk kebutuhan pelepasan ikan di sungai larangan,” paparnya.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Solok Selatan, Bismark Yanzer mengatakan, Juli bulan depan ada bantuan ikan nilem dan ikan baung yang akan dilepas di perairan umum pada 4 titik dengan jumlah bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar sekitar 71 ribu bibit.
“Jenis ikan nilem 51 ribu dan ikan baung 20 ribu akan dilepas di empat nagari di Solsel,” ujarnya. Yakni di Sungai larangan Sungai Batang Kumungkiang, Jorong Koto Birah, Nagari Pulakek, Kecamatan Sungai Pagu.
Di Jorong Sapan, Nagari persiapan Lubukgadang Barat, Kecamatan Sangir. Di Sampu, Nagari Lubukgadang Utara, Kecamatan Sangir dan di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangirjujuan.
Sungai larangan yang baru sekitar 16 titik tersebar di tujuh kecamatan selama tahun 2022, yang lama sejak 2017 lalu sebanyak 24 titik. Namun sekarang katanya tidak semuanya aktif dalam menjaga ikan larangan tersebut.
“Jadi baru sekitar 40 titik sungai larangan yang sudah diisi ikan masyarakat di tujuh kecamatan di Solsel,” papar Bismark.
Target pembenihan bibit ikan 4.500 bibit di tahun 2022, baik jenis nila maupun rayo. Yang sudah tersalur rata-rata di BBI Bariang sekitar 200 ribu perbulan, dan di BBI Pakan Selasa sekitar 300 ribu bibit setiap bulan.
“Bibit ikan ini tidak hanya kita salurkan ke Sungai Larangan saja, tapi seluruh masyarakat yang memiliki kolam juga diberikan rata-rata 1.000 sampai 2.000 ekor bibit,” terangnya.
Bahkan mesin pakan ikan akan disalurkan pada Juli mendatang melalui Pokir Anggota DPR RI Hermanto. “Pak Hermanto juga sudah bantu kita calon induk nila 2.350 ton pada Februari 2022 lalu, kemudian patin 200 kg, lele 200 kg, dan ikan emas rayo 600 kg,” tutupnya. (tno) Editor : Novitri Selvia