PADEK.JAWAPOS.COM-Pelaksanaan program Makan Siang Gratis belum ada kejelasan untuk siswa di Solok Selatan (Solsel) hingga kini. Dinas Pendidikan Solsel masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat.
Kadisdik Solsel Syamsuria mengaku, Juknis ini penting pelaksanaan program ini dapat terlaksana dengan baik. Sementara saat ini, pihaknya masih belum menerima petunjuk yang dapat dijadikan acuan terkait program ini, baik di tingkat Kementerian Pendidikan maupun lembaga lainnya.
“Belum ada juknisnya, baik dari kementerian atau badan lain. Sampai sekarang, kami belum mendapatkan gambaran yang jelas, termasuk apakah program ini akan menggunakan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Juknis BOS pun belum turun,” ujar Syamsuria, Minggu (22/12) di Padangaro.
Dia menyebut, kepastian mengenai apakah makan siang akan diberikan secara gratis atau tidak juga masih menjadi pertanyaan. Masih jadi teka teki yang belum ada terjawab saat ini.
“Kabarnya, anggaran per siswa diperkirakan Rp 10 ribu, namun kami masih belum menerima informasi resmi mengenai apakah hal ini berlaku di seluruh daerah di Indonesia,” tambahnya.
Beberapa daerah, seperti Kota Sawahlunto, katanya, diketahui telah melakukan uji coba program ini dengan anggaran makan siang sebesar Rp 10 ribu per siswa, yang anggarannya diambil dari Dinas Pendidikan setempat. Meski demikian, kabupaten dan kota lainnya masih menunggu petunjuk lebih lanjut.
Syamsuria juga menambahkan bahwa kabar pembentukan Badan Gizi Nasional dan Badan Gizi Daerah telah beredar, namun hingga kini belum ada instruksi resmi yang diterima oleh pemerintah daerah.
“Saat ini, pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia merasa kebingungan akibat ketidakjelasan tersebut. Para pihak terkait masih menunggu arahan lebih lanjut dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau lembaga yang berwenang mengenai pelaksanaan program makan siang gratis untuk siswa,” jelasnya. (tno)
Editor : Novitri Selvia