PADEK.JAWAPOS.COM-Satlantas Polres Solok Selatan (Solsel) gencar melakukan razia dan patroli untuk mengantisipasi aksi balap liar di wilayah hukum setempat. Sejauh ini, sudah ada enam unit motor diamankan dari dua kali razia yang dilakukan tahun ini.
“Selain enam unit sepeda motor itu, kita juga mengeluarkan 12 surat tilang. Untuk enam unit motor ini, kita amankan saat razia di depan kantor Bupati Solsel,” kata Kasat Lantas Polres Solsel, AKP Rizal Aziz, Rabu (12/2).
Dijelaskan, para pelaku aksi balap liar itu umumnya masih remaja, usia SMP dan SMA. Ke depan, pihaknya mengimbau para orang tua dan tokoh masyarakat untuk lebih menjaga dan mendidik anak-anaknya agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja.
“Kita imbau para orang tua atau masyarakat, agar anak-anaknya diperhatikan. Kalau keluar malam harus dibatasi, hal ini untuk mengindari hal tak diinginkan dari aksi balap liar. Bisa kecelakaan tunggal atau memakan korban lainnya. Kita juga menduga orang tua anak-anak tersebut tidak tau kalau anaknya melakukan balap liar,” jelas Kasat Lantas itu.
Dia menyebut, di sekolah-sekolah sudah dilakukan sosialisasi agar menghindari balap liar tersebut, termasuk memakai helm saat berkendara ke sekolah.
Budaya menanamkan tertib lalulintas kepada pelajar supaya mereka lebih memahami aturan tertib berlalulintas. “Tujuan utama kita agar mereka menghindari kecelakaan berlalulintas,” tegasnya.
AKP Rizal menyebut pada 10-23 Februari 2025 telah dilaksanakan operasi Keselamatan Singgalang 2025, guna sosialisasi ke masyarakat, untuk tertib berlalulintas dan menjaga keselamatan berlalulintas.
Operasi Keselamatan Singgalang ini sebagai upaya Polri melalui Satlantas untuk turun ke masyarakat bersosialisasi, baik untuk angkutan orang dan barang. Roda dua lebih tertib berkendara, jangan asal memotong jalur laju, hal ini untuk menekan fatalitas kecelakaan.
“Intinya dalam memberikan edukasi berlalulintas, termasuk polisi badut yang datang ke SD dalam bersosialisasi menjaga keselamatan berlalulintas dan sikap ini harus ditanamkan sejak usia dini,” tuturnya. (tno)
Editor : Novitri Selvia