Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bijak Rayakan Ramadhan, Hindari Petasan saat Tarawih

Arditono Padek • Selasa, 4 Maret 2025 | 13:30 WIB

IMBAUAN: Kabag Kesra Pemkab Solok Selatan, Mahadolok Ritonga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai bahaya petasan.(ARDITONO/PADEK)
IMBAUAN: Kabag Kesra Pemkab Solok Selatan, Mahadolok Ritonga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai bahaya petasan.(ARDITONO/PADEK)

PADEK.JAWPOS.COM-Pemkab Solok Selatan mengimbau masyarakat untuk bijak dalam merayakan bulan Ramadan, khususnya terkait dengan pelaksanaan shalat tarawih.

Pemerintah mengingatkan agar tidak ada aktivitas bermain petasan yang dapat mengganggu ketenangan dan konsentrasi umat Islam saat beribadah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Solok Selatan, Mahadolok Ritonga, menyampaikan bahwa suara petasan yang meledak di tengah pelaksanaan shalat tarawih bisa sangat mengganggu ketenangan jemaah yang sedang beribadah di masjid atau mushalla.

“Bermain petasan saat shalat tarawih dapat mengganggu ketenangan dan konsentrasi jemaah dalam beribadah,” ujar Mahadolok di Padang Aro, pada Senin (3/3).
Pemerintah daerah mengimbau agar orang tua memberikan

pemahaman kepada anak-anak mengenai waktu yang tepat untuk bermain petasan, yakni setelah shalat tarawih selesai. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekhusyukan ibadah umat Islam selama bulan Ramadan.

“Kita semua harus menjaga ketenangan dan konsentrasi dalam beribadah agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Karena itu, kami mengimbau para orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka mengenai waktu yang tepat untuk bermain petasan, yaitu setelah shalat tarawih,” tambahnya.

Selain orang tua, Mahadolok juga mengingatkan agar para mubalig dan pemangku adat turut berperan dalam menyampaikan pesan ini kepada masyarakat.

Ia berharap ceramah atau tausiyah yang diberikan di bulan Ramadan dapat mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak, untuk menghormati waktu ibadah.

“Para mubalig dan niniak mamak juga perlu menyampaikan pesan ini, agar anak-anak dan masyarakat menjaga kenyamanan bersama selama bulan Ramadan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahadolok mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan petasan. Ia mengingatkan agar petasan hanya diledakkan pada waktu-waktu tertentu yang tidak mengganggu ibadah umat Islam, seperti setelah shalat tarawih atau saat-saat lainnya yang tidak mengganggu ketenangan.

“Dampak buruk dari bermain petasan tidak hanya mengganggu ibadah, tapi juga bisa berakibat fatal bagi yang meledakannya atau orang lain yang terkena ledakannya,” tuturnya.

Mahadolok berharap masyarakat memahami dampak negatif dari penggunaan petasan yang sembarangan dan dapat menjauhi kebiasaan tersebut.

Terutama bagi orang tua, untuk memastikan anak-anak mereka tidak terlibat dalam penggunaan petasan yang berbahaya selama bulan Ramadan.

“Kami berharap hal-hal buruk bisa dihindari, agar Ramadan tetap menjadi bulan yang penuh berkah dan kedamaian,” tutupnya. (tno)

Editor : Novitri Selvia
#ramadhan #tarawih #Pemkab Solok Selatan (Solsel) #Mahadolok Ritonga #petasan