Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Plat Duiker Ambruk, Akses Nagari Terancam Putus

Arditono Padek • Jumat, 21 November 2025 | 10:41 WIB

BUTUH PERBAIKAN: Badan jalan kabupaten di Sungai Landeh, Kecamatan Sangir, terlihat terban akibat plat duiker ambruk dimakan usia.
BUTUH PERBAIKAN: Badan jalan kabupaten di Sungai Landeh, Kecamatan Sangir, terlihat terban akibat plat duiker ambruk dimakan usia.

PADEK.JAWAPOS.COM-Sudah lima bulan ambruk, plat duiker jalan kabupaten di Jorong Sungai Landeh, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, terpaksa ditimbun warga dengan koral. Penimbunan ini dilakukan untuk mempermudah transportasi darat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalan tersebut merupakan penghubung Nagari Lubuk Gadang dengan Nagari Lubuk Gadang Timur dan Nagari Lubuk Gadang Tenggara, sekaligus jalur alternatif menuju Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

“Ya, kita bersyukur ditimbun warga. Jika tidak, tentu saja akses ini terputus. Belasan ribu penduduk tidak akan bisa melewati jalur Simpang Limau–Gaduang ini,” kata Firdaus (39), pengendara sepeda motor yang melintasi jalan ambruk itu, Kamis (20/11) di Sungai Landeh.

Penimbunan dengan koral tersebut berpotensi memengaruhi aliran air ke sawah warga, bahkan bisa terhenti, karena celah plat duiker yang ambruk sudah tertutup material.

Plat duiker jalan kabupaten itu ambruk akibat dimakan usia. Infrastruktur tersebut dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. “Jalan ini dibangun semasa Pemerintah Pak Soeharto dan ambruk pada Juli 2025 kemarin,” jelas Firdaus.

Tidak hanya Firdaus, Edi Maries Saputra, 56, juga berharap Pemkab Solok Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (PUTRP) segera memperbaiki kerusakan tersebut.

Selain ambruk, badan jalan juga berlubang di bagian kiri dan kanan, mengganggu kenyamanan pengendara roda dua maupun roda empat.

“Lubang kiri kanan jalan besar. Takutnya saat malam hari ada yang ingin mendahului kendaraan roda empat dan mengambil jalan terlalu kiri atau kanan. Ini bisa fatal,” ujarnya.

Edi meminta agar dinas terkait melakukan perbaikan sebelum terjadi kecelakaan. Ia menyebut lubang di kiri dan kanan jalan membesar hampir setiap hari akibat tergerus air dan guncangan kendaraan bermuatan berat yang melintas.

“Saya perhatikan semakin membesar lubangnya. Bisa saja polongan jalan itu nanti ambruk,” tambahnya.

Edi juga menyebutkan, selain plat duiker di dekat pos ronda sebelum Simpang Tiga Kuok dari arah Simpang Limau, terdapat pula lubang di tepi jalan aspal setelah Masjid Sungai Landeh menuju Sungai Aro.

Warga telah memasang rambu kayu sebagai penanda untuk mencegah kecelakaan. “Kalau yang itu sudah dikasih rambu-rambu,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUTR Solok Selatan, Yolli Hirlandes Putra, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait badan jalan yang ambruk tersebut. Namun, kondisi anggaran tidak memungkinkan perbaikan dilakukan pada akhir tahun ini. (tno)

Editor : Novitri Selvia
#Plat Duiker Ambruk #Edi Maries Saputra #PUTRP Solok Selatan #Nagari Lubuk Gadang Timur #Sungai Landeh