PAKAN RABAA—Kue tradisional Limpiang khas Minangkabau tetap bertahan di tengah modernisasi kuliner. Salah satu pelaku usaha yang konsisten memproduksinya adalah Rosni (66), yang telah menekuni usaha ini sejak 1991.
Selama lebih dari tiga dekade, Rosni mempertahankan produksi Limpiang di Pakan Rabaa, Solok Selatan, dengan resep tradisional. Kue ini dibuat dari tepung ketan yang dipadukan dengan Pisang Basuang, menghasilkan tekstur khas dan aroma alami.
Limpiang memiliki bentuk bulat pipih dengan warna cokelat keemasan setelah digoreng. Bagian dalamnya berisi campuran parutan kelapa dan gula merah yang dikenal sebagai “luo”.
Isian tersebut memberikan rasa manis dan gurih dalam setiap gigitan. Perpaduan tekstur luar yang renyah dan isi yang legit menjadi ciri khas kue ini.
Baca Juga: Nelayan Purus Padang Tertekan, Cuaca Buruk dan Hasil Tangkapan Turun
Diproduksi untuk Hajatan dan Pasar
Secara kultural, Limpiang biasanya disajikan dalam berbagai acara perhelatan atau hajatan adat di Minangkabau.
Dalam proses produksi, Rosni dibantu oleh anaknya. Keduanya mengerjakan setiap tahapan mulai dari persiapan bahan hingga penggorengan.
Selain menerima pesanan, Rosni juga rutin menjual Limpiang ke pasar. Permintaan kue ini bervariasi tergantung jumlah acara yang berlangsung di masyarakat.
Untuk satu kali pesanan, jumlah produksi bisa mencapai 500 buah. Pada periode tertentu, terutama saat banyak hajatan, pesanan meningkat hingga 1.000 buah.
Baca Juga: Aparat Pemkab Pasaman Barat Bersihkan Pantai Usai Lebaran, Sampah Wisata Diangkut
Proses Produksi Bertahap
Pembuatan Limpiang dilakukan secara bertahap dan membutuhkan ketelatenan. Proses dimulai pada sore hari dengan mengupas Pisang Basuang dalam jumlah banyak.
Pisang kemudian dicampur dengan tepung ketan untuk membentuk adonan. Setelah itu, adonan diisi dengan campuran kelapa dan gula merah.
Adonan yang telah dibentuk didiamkan semalaman. Proses penggorengan dilakukan pada pagi hari setelah subuh hingga kue matang sempurna.
Baca Juga: Sungai Batang Arau Surut, Sampah Menggunung dan Kapal Kandas
Tersedia Berbagai Ukuran
Untuk menjangkau berbagai kalangan, Rosni menyediakan Limpiang dalam tiga ukuran. Ukuran kecil dijual Rp1.000 per buah, ukuran menengah Rp2.000, dan ukuran besar Rp5.000.
Dengan variasi harga tersebut, Limpiang dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Selama puluhan tahun, Rosni terus mempertahankan kualitas rasa dan proses pembuatan tradisional. Usaha ini menjadi salah satu bentuk pelestarian kuliner khas Minangkabau di tengah perkembangan zaman.(*)
Editor : Hendra Efison