“Penguatan pasar menjadi salah satu strategi yang diusung kopi Solok Radjo dalam memasarkan produk, ujar Ketua Koperasi Produsen Serba Usaha(KPSU) Solok Radjo, Alfadriansyah.
Untuk stand Kopi Solok Rajo sendiri di Bandara Internasional Minangkabau, baru saja berdiri, yakni baru 18 hari, dimana masih dalam masa uji operasional. Kemudian untuk targetnya sendiri, per 1 Maret 2023 Kopi Solok Radjo sudah beroperasi sepenuhnya.
Untuk diketahui, yang membuat nama Kopi Solok Radjo melejit, yakni mendapat beberapa penghargaan bergengsi seperti kopi honey yang diberi nama Limau Cirago dari Solok Radjo meraih tiga penghargaan bergengsi di ajang Melbourne International Coffee Expo 2016 pada Maret, dan 2017 kopi natural Solok Radjo meraih medali emas dari ajang kompetisi yang sama, berhasil mengalahkan ratusan kopi dari seluruh dunia.
Permintaan green bean arabika Solok Radjo terus berdatangan dari perusahaan-perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. Tentunya ini menjadi penyemangat petani kopi Kabupaten Solok untuk lebih serius menggarap dan merawat kebun kopinya agar kualitasnya mampu bersaing hingga mancanegara.
Tingginya permintaan terhadap Kopi Arabika Solok, Solok Radjo karena sudah memiliki beberapa pelanggan di luar negeri, seperti Malaysia, Singapore, Amerika Serikat. Pihaknya kini menargetkan pasar kopi di Tiongkok.
“Saya harap aktifitas pasar khususnya kopi kembali normal, dan kami juga menargetkan 2023 ini untuk masuk ke pasar kopi Tiongkok,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Solok Epyardi Asda yang menyempatkan mampi di stand Kopi Solok Radjo, Kamis (23/2) mengatakan, sangat mendukung langkah yang dilakukan Kopi Solok Radjo.
“Saya mendukung sekali, dan saya harap Kopi Solok Rajo ini bisa menjadi etalase produk kopi hasil UMKM asli Kabupaten Solok bagi gerbang nasional dan internasional,” ujarnya.
Sambil bincang ringan, Epyardi juga menyampaikan, sangat mendukung pada setiap kegiatan UMKM produktif yang ada di Kabupaten Solok, termasuk salah satunya pada produk kopi asli Kabupaten Solok yang digagas oleh Solok Radjo.
“Saya sangat support untuk produk-produk UMKM asli dari Kab. Solok, termasuk salah satunya produksi dan pengembangan yang dilakukan oleh Solok Rajo Kopi,” katanya.
Ia berharap nantinya tidak hanya ada di BIM saja, tetapi juga ada di diseluruh bandara internasional yang ada di Indonesia. Sehingga Kopi produk asli Kabupaten Solok ini keunikan rasa dengan segala keunggulannya bisa dinikmati oleh seluruh orang di Nusantara ini, bahkan hingga manca negara. (frk) Editor : Novitri Selvia