Perusahaan yang sempat berjaya di era 2000-an itu menjadi ikon dan kebanggaan Solok Raya (Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan), menjadi harapan baru lagi bagi masyarakat dan petani di Solok Raya dan Sumatera Barat.
Re-Opening PT CNM ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama dengan PT Bahuma Borneo Batuah Jakarta, sebuah perusahaan produsen dan pemasaran bahan pangan terkemuka di Indonesia.
Hadir dalam Re Opening itu, Dirut PT Citra Nusantara Mandiri (CNM) Solok H Nofi Candra SE, Direktur PT Bahuma Borneo Batuah Taviara Suyarso, Komisaris Utama Hj Lifwarda, dan Direktur PT CNM Solok Andri Maran, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Ketua DPRD Kota Solok diwakili Rusdi Saleh, Direksi BUMN eks PT Pertani Budi Susdiarto, Forkopimda, tokoh masyarakat Kota Solok Yutris Can, Ninik-Mamak, Bundo Kanduang, dan Pengurus IWS (Ikatan Warga Saniangbaka).
Prosesi Re-Opening PT CNM Solok ini sekaligus menjadi momentum terhadap kebangkitan kembali perusahaan pabrik bibit jagung yang pada masanya pernah mempekerjakan ribuan warga Solok sebagai tenaga kerja dari hulu ke hilir.
Begitu tingginya harapan masyarakat pada perusahaan penghasil bibit pangan ini, tak ayal ribuan orang warga Solok antusias menyaksikan prosesi penandatanganan MoU sebagai bukti kerja sama antara PT Bahuma Borneo Batuah dengan PT Citra Nusantara Mandiri.
Direktur PT Bahuma Borneo Batuah, Taviara Suyarso, mengatakan prospek komoditi jagung sangat tinggi karena menjadi salah satu bahan pangan yang dibutuhkan konsumen dan industri. Potensi budidaya jagung makin besar karena ketahanan pangan menjadi program prioritas pemerintah Indonesia.
Karena alasan kebutuhan bahan pangan itu, Taviara Suyarso menyebut kerja sama dengan PT Citra Nusantara Mandiri (CNM) Solok dalam hal produksi bibit jagung berkualitas, sangat prospektif mengingat perusahaan ini sudah sangat terkenal dan berpengalaman dalam menghasilkan bibit jagung Hybrida.
"Dalam kerja sama ini kita nanti menampung semua produksi PT CNM Solok untuk dipasarkan ke seluruh wilayah nusantara," sebut Taviara.
Dirut PT Bahuma Borneo Batuah mengaku surprise dan bangga atas kepercayaan Nofi Candra mengajak dirinya bekerjasama dalam mengembangkan budidaya jagung.
"Langkah membuka kembali PT CNM ini bukan hanya sekadar memberi manfaat untuk masyarakat sekitar, tetapi juga memberi manfaat untuk masyarakat Solok, Sumbar bahkan Nasional. Saya percaya itu. Saya yakin kerja sama ini kedepannya akan lebih baik," tutur Taviara.
Dirut PT CNM Solok Nofi Candra menyampaikan tekadnya untuk mengembalikan kejayaan perusahaan bibit jagung hibrida yang sejatinya adalah amanah dari orang tuanya Haji Syukri.
"Saya ingin melanjutkan kembali cita-cita yang pernah diperjuangkan orang tua kami dengan harapan bagaimana masyarakat yang ingin memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak bisa diayomi dengan adanya perusahaan ini," katanya.
Nofi Candra kemudian menceritakan bagaimana komitmen orang tuanya untuk dapat memberi manfaat kepada masyarakat banyak. Sampai pernah ada pengusaha ingin membeli saham PT CNM dengan harga Rp51 miliar, dengan syarat semua pekerjaan dalam pabrik memakai peralatan mesin untuk menggantikan tenaga manusia.
Tetapi orang tuanya tidak mau menerima tawaran pengusaha tersebut, karena satu alasan dengan menggunakan tenaga manusia sebagai pekerja, akan selalu ada doa-doa dari pekerja untuk kemajuan perusahan.
"Sekarang, dengan restu mama dan keluarga, cita-cita ayahanda H syukri akan kita lanjutkan kembali. Kita ingin ibunda bisa menyaksikan bahwa PT CNM bisa seperti dulu lagi dan bahkan lebih berjaya kembali," tegasnya.
Terkait operasional, Perusahaan yang sempat vakum selama lima tahun lebih hingga ikut terdampak Covid-19, dipastikan beroperasi kembali secara utuh Februari 2025 nanti.
Sebagai langkah awal, manajemen akan memulai dulu dalam skala kecil dengan melakukan penanaman di wilayah Kota Solok dengan mempekerjakan sekitar 100 sampai 200 orang. Kelak secara berangsur akan merekrut tenaga kerja hingga menjadi 1.500 orang.
"Untuk di lapangan kita mulai kerja sama dengan petani. Siapapun masyarakat Solok dan sekitarnya yang ingin kerja sama menanam jagung, akan kita fasilitasi dengan kebutuhan budidaya," papar Nofi Candra.
Disebutkan, bentuk kerja sama perusahaan CNM dengan petani berupa pengadaan bibit gratis, pupuk dan sarana produksi dipinjamkan. Biaya hidup akan disediakan setiap bulan. Hasil produksi jagung akan ditampung dengan harga di atas harga pasar.
"Nanti kita juga akan merekrut semua karyawan. Mereka yang dulu aktif akan dipanggil kembali dan yang baru akan ditampung untuk bekerja mengolah jagung kering menjadi bibit," sebutnya.
20 Eks Karyawan Minta Pesangon
Sementara itu, terkait 20 eks Karyawan PT CNM yang di-PHK pada 2019 menuntut hak-haknya berupa pesangon yang belum terselesaikan oleh pihak PT CNM Solok, Nofi Candra menyatakan pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan ini.
Bahkan, Nofi Candra menegaskan bakal kembali memanggil atau merekrut semua karyawan yang pernah aktif bekerja di PT CNM untuk kembali bersama-sama membesarkan PT CNMS.
"Tentu kita tidak mau mengorbankan masyarakat kita dan hak-hak mereka, apalagi mereka yang pernah bekerja bersama kita. Persoalan ini bakal segera diselesaikan oleh pihak direksi PT CNMS. Dulu kita pernah bersama-sama di masa jaya, kita juga pernah mengalami kemunduran. Bahkan perusahaan juga sempat vakum selama 5 tahun di masa pandemi Covid-19. Re-Opening ini kita harapkan menjadi momentum bagi kita bersama untuk kembali bangkit. Mari kita bersama-sama kembali," janji Nofi. (*)
Editor : Hendra Efison