Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Stok Beras Bulog Solok Aman hingga Akhir 2026, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Dila Kartika Sari • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:52 WIB

Bulog Solok memastikan stok beras pemerintah aman hingga akhir 2026. Program Gerakan Pangan Murah digelar untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau.
Bulog Solok memastikan stok beras pemerintah aman hingga akhir 2026. Program Gerakan Pangan Murah digelar untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau.
PADEK.JAWAPOS.COM—Ketersediaan pangan di Kabupaten Solok dipastikan tetap aman hingga akhir tahun 2026 setelah Perum Bulog Kantor Cabang Solok mengonfirmasi cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang mereka berada dalam kondisi memadai.

Kepala Cabang Bulog Solok, Hendra Kurniawan, menyampaikan pada Selasa (10/3/2026) bahwa stok beras yang tersedia saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga penutup tahun 2026.

Ia menjelaskan, ketersediaan stok yang kuat tersebut merupakan hasil dari upaya maksimalisasi pengadaan gabah dan beras dari petani lokal yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Bulog Cabang Solok.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan harga bahan pangan pokok tetap terkendali di wilayah Kabupaten Solok.

“Stok beras di gudang Bulog Cabang Solok dalam kondisi aman dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026,” kata Hendra.

Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan komoditas pangan lain seperti minyak goreng merek Minyakita dan gula pasir yang saat ini juga berada dalam kondisi stok cukup.

Dalam upaya menjaga keterjangkauan harga pangan, Bulog Cabang Solok turut menjalankan intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program tersebut dilaksanakan melalui dua mekanisme, yakni penjualan langsung oleh Bulog di sejumlah lokasi strategis serta kerja sama dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan.

Melalui skema ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan harga pasar pada umumnya.

Program GPM juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi, terutama pada sektor pangan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.

Hendra menegaskan bahwa dengan stok pangan yang tersedia dalam jumlah cukup serta sistem distribusi yang berjalan lancar, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kelangkaan bahan pokok.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan di pasar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena stok pangan aman dan distribusi terus kami lakukan secara merata melalui pasar tradisional maupun mitra resmi Bulog,” ujarnya.

Bulog Cabang Solok, lanjutnya, akan terus memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga stabilisasi harga melalui berbagai program yang telah dijalankan di wilayah kerjanya.

Distribusi pangan juga akan terus dilakukan secara merata untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Solok.

“Tidak ada alasan untuk khawatir karena distribusi akan terus kami lakukan secara merata di seluruh wilayah kerja Bulog Cabang Solok,” kata Hendra.(*)

Editor : Hendra Efison
#ketersediaan pangan Solok #stok beras Bulog Solok #cadangan beras pemerintah Solok