PADEK.JAWAPOS.COM – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Solok Tahun Anggaran 2025 mencatat capaian pendapatan yang melampaui target.
Namun di balik itu, ketergantungan terhadap dana pusat serta dampak bencana banjir menjadi perhatian utama dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah.
Dalam rapat paripurna DPRD Kota Solok yang digelar Sabtu (25/04/2026), disampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp589,77 miliar atau 102,51 persen dari pagu yang ditetapkan.
Capaian tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp63,42 miliar (104,90 persen), dana transfer pusat Rp522,35 miliar (101,45 persen), serta pendapatan lain yang sah sebesar Rp4 miliar.
Di sisi belanja, realisasi tercatat sebesar Rp509,18 miliar atau 92,5 persen dari target. Angka ini menunjukkan masih perlunya optimalisasi dalam penyerapan anggaran agar lebih efektif mendukung pembangunan.
Baca Juga: Chairul Mufti Pimpin KONI Payakumbuh 2026-2030, Target Tembus 3 Besar Porprov Sumbar
Struktur pendapatan daerah masih didominasi dana transfer dari pusat yang mencapai 88,56 persen, sementara kontribusi PAD hanya 10,75 persen. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya mewujudkan kemandirian fiskal daerah.
Secara makro, kinerja ekonomi Kota Solok pada 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,61 persen, melampaui rata-rata Provinsi Sumatera Barat yang berada di angka 3,37 persen.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp5,879 triliun, dengan pendapatan per kapita Rp72,53 juta dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,90.
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan pentingnya kebijakan yang adaptif di tengah keterbatasan fiskal.
Baca Juga: 114 Peserta Ikuti Sosialisasi Beasiswa Sawit di Dharmasraya, Siap Cetak SDM Perkebunan Unggul
Ia menyebut kondisi saat ini menuntut efisiensi dan kreativitas dalam merancang program pembangunan.
“Situasi fiskal saat ini mengharuskan kita lebih hemat, kreatif, dan memastikan setiap inisiatif benar-benar memenuhi aspirasi warga,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas belanja menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan daerah.
Menurutnya, efektivitas penggunaan anggaran harus mampu memberikan dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat.
“Yang terpenting bukan sekadar volume dana, tapi bagaimana dana itu efektif, relevan, dan mampu memacu roda ekonomi lokal,” tambahnya.
Baca Juga: Tanahdatar Siap Akselerasi Layanan Publik, Kejar Insentif Rp1 Triliun dari Kemendagri
Suryadi menegaskan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, menyatakan bahwa LKPJ tersebut akan dikaji secara menyeluruh oleh legislatif.
Ia menegaskan laporan ini menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi strategis untuk perbaikan pembangunan.
“Ini lebih dari sekadar laporan; menjadi dasar rekomendasi DPRD untuk perbaikan strategi pembangunan,” tegasnya.
DPRD menyoroti beberapa prioritas, di antaranya peningkatan PAD, efisiensi belanja, serta penguatan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: Marc Marquez Jatuh Lalu Menang Sprint MotoGP Jerez, Start dari Pole Malam Ini
LKPJ 2025 juga menjadi pijakan awal dalam mewujudkan visi “Penguatan Fondasi Transformasi Menuju Solok Kota Madani”. Visi tersebut dijabarkan dalam delapan misi prioritas yang mencakup penguatan sektor sosial, ekonomi, serta tata kelola pemerintahan berbasis pelayanan publik.
Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan capaian positif, seperti rata-rata lama sekolah 11,38 tahun, harapan lama sekolah 14,59 tahun, usia harapan hidup 75,30 tahun, serta cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,7 persen. Selain itu, transformasi digital dalam pelayanan publik terus didorong.
Baca Juga: Tembakan di Acara White House Correspondents’ Dinner, Trump Dievakuasi, Pelaku Ditangkap
Sepanjang 2025, Kota Solok juga mencatat berbagai prestasi, di antaranya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut, predikat Kota Layak Anak kategori Nindya, serta penghargaan Indonesia Smart Nation Awards 2025.
Namun, tantangan besar juga dihadapi, salah satunya bencana banjir yang berdampak pada 2.978 kepala keluarga atau 9.375 jiwa.
Pemerintah Kota Solok mengakui masih terdapat program yang belum berjalan optimal. Oleh karena itu, fokus ke depan diarahkan pada penguatan PAD, peningkatan efektivitas belanja, serta optimalisasi program pembangunan agar lebih tepat sasaran.(*)
Editor : Hendra Efison