"Turbin ini ditemukan di sekitar KRI Rigel dengan sonar 3 dimensi," jelas Mayor Laut Orri Ronsumbre.
Turbin tersebut selanjutnya diserahkan kepada Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dan kemudian diserahkan ke KNKT untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, sebelumnya KRI Parang dengan Komandan Letkol Laut Hendra Dwinanto mengevakuasi serpihan pesawat dan body part yang selanjutnya diserahkan ke Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021).
Temuan objek pencarian tersebut diterima oleh Brigjen TNI (Mar) Rasman.
"Objek sasaran pencarian tersebut kami evakuasi dari tim penyelam di sekitar KRI Rigel," ungkapnya.
Proses selanjutnya, SMC menyerahkan semua objek body part tersebut kepada pihak DVI, Kompol Asep Winardi, Kasubdit Dokpol untuk dibawa ke RS Polri Kramatjati.
Sedangkan serpihan pesawat diserahkan kepada KNKT yang diwakili oleh Yunus Ardianto. Hingga pukul 15.00 WIB, SMC telah menerima 4 objek pencarian di posko terpadu.
"Operasi SAR masih berlangsung di lapangan, tentunya kami minta doa seluruh masyarakat agar operasi ini dapat berjalan sesuai yang direncanakan," harap SMC.
Terkait personil yang terlibat seluruhnya terdata 2571 orang. Sedangkan peralatan yang dikerahkan terdata 81 unit kapal, 12 halikopter, dan 32 peralatan darat.
Rencana operasi untuk esok hari masih terfokus pada 4 sektor dengan luasan 2 NM. Pola pencarian masih sama, namun lebih spesifik karena badan pesawat telah diketahui titik koordinatnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.
Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.(rel/sar) Editor : padek