Kesepakatan bersama dua provinsi bertetangga itu langsung ditindaklanjuti dengan tiga perjanjian kerja sama antara organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yaitu antara Dinas Perkebunan Tanaman Pangan Hortikultura dalam pengelolaan pertanian, tanaman pangan dan hortikultura.
Selanjutnya Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau dengan Dinas Pangan Provinsi Sumbar dalam distribusi ketersedian pangan.
Terakhir, Satuan Polisi Pamong Praja kedua daerah tentang penegakan Perda dan Perkada, penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat di perbatasan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Gubernur Riau Syamsuar bersyukur atas kerja sama ini dan berharap bisa ditingkatkan terus pada bidang lainnya di masa datang.
"Ini wujud keseriusan kedua provinsi dalam optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan melalui pelaksanaan kerjasama daerah. Dengan dinamika saat ini dan perkembangan di masa datang, kerja sama merupakan keniscayaan dalam manajemen pemerintah daerah," kata Mahyeldi.
Tidak lupa Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas bantuan Pemprov Riau kepada Sumbar, khususnya pada saat melonjaknya kasus Covid-19 berupa oksigen cair sehingga masyarakat yang terpapar bisa mendapat perawatan maksimal.
Sebelumnya Gubri Syamsuar secara khusus berharap pembangunan pelabuhan di Air Bangis Pasaman yang berbatasan dengan Rokan Hulu, Riau, bisa segera diwujudkan. Termasuk tol Sumbar-Riau sehingga bisa sama-sama dimanfaatkan oleh masyarakat kedua daerah.
"Riau sangat cinta dengan Sumbar. Semakin cepat jalan tolnya, semakin baik. Setiap liburan atau akhir pekan, kendaraan plat BM sangat banyak di Sumbar. Jika tol selesai, tentu plat BA juga bisa sampai ke Dumai," harap Syamsuar dalam kesempatan dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, jajaran Forkopimda Riau, kepala OPD kedua provinsi serta tokoh perantau Minang di antaranya Basrizal Koto.(rel/idr) Editor : Admin Padek