Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sepak Terjang Zuhrizul yang Raih Penghargaan dari Koran Terbesar Sumbar

padek • Rabu, 26 Januari 2022 | 14:02 WIB
Photo
Photo

Pegiat wisata Sumbar M Zuhrizul meraih anugerah pada malam resepsi puncak HUT ke-23 Harian Padang Ekspres, Selasa (25/1/2022) malam di Auditorium Universitas Negeri Padang.


Penghargaan Tokoh Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari koran dengan oplah dan pembaca terbesar di Sumbar itu, diserahkan kepada M Zuhrizul oleh Direktur Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi.


Ketua Panitia HUT Padang Ekspres Rommi Delfiano menjelaskan bahwa penghargaan diberikan karena M Zuhrizul selama ini konsisten dan banyak berkontribusi membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.


Dalam perjalanannya, Zuhrizul telah banyak melakukan aksi-aksi konkret dalam menginisiasi dan  menggerakkan warga di nagari-nagari untuk menjadi pegiat wisata dan kelompok sadar wisata.


Kreativitas yang dilakukannya, kata Rommi, adalah membangun objek wisata Lawang Adventure Park di Kabupaten Agam yang sebelumnya semak belukar menjadi destinasi wisata terkemuka yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara hingga menerima anugerah pesona wisata Indonesia.


"Dia menghapus imej pariwisata dekat dengan maksiat akibat dulunya di lokasi itu banyak pasangan tertangkap berbuat mesum saat masih semak belukar. Baginya pariwisata ini merupakan bisnis kebahagiaan yang harus meningkatkan pendapatan masyarakat," ungkapnya.


Selanjutnya, Zuhrizul menjadikan rumah tua yang ingin dirobohkan pemiliknya menjadi homestay terbaik Sumbar 2016. Homestay yang membawa wisatawan ke nostalgia masa lalu di Jalan Matur-Ambun Pagi Agam itu banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.




Di homestay yang dikelilingi persawahan itu, wisatawan bisa mengikuti program life experience dengan mengedepankan kearifan lokal. "Turis asing sudah sering dibawa menanam padi, panen tebu dan merasakan kehidupan masyarakat setempat," kata Rommi yang juga Redaktur Pelaksana Padang Ekspres itu.


Photo
Photo


Di Kabupaten Pesisir Selatan, Ketua IATTA Sumbar itu menyulap rumah- rumah warga di kawasan Mandeh khususnya Sungai Nyalo dan Kapo-kapo menjadi homestay yang  berkembang hingga kini. Dampaknya rumah-rumah itu jadi bernilai dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.


Dari penelusuran Padang Ekspres, kata Rommi, Zuhrizul menginisiasi terbangunnya Kampung Adat di Sijunjung hingga ada kerja sama pemkab dengan BCA. "Tak hanya itu. Beliau di lokasi juga sukses menjadikan kawasan itu sebagai homestay dan menggelar kejuaraan arung jeram dan paralayang," kata Rommi.


Dalam bidang wisata petualangan, Zuhrizul menginisiasi Lawang Paragliding Club yang melahirkan puluhan pilot tandem profesional Sumbar dan juara nasional.


"Zuhrizul pun tercatat sebagai inisiator dan inkubator Green Talao Park dengan menjadikan tanah ulayat sebagai pemilik saham  bekerja sama dengan Bumnag dan Pokdarwis yang menciptakan puluhan tenaga kerja," jelas Rommi.


Dalam bidang pariwisata, Zuhrizul bersama para pegiat wisata melakukan pendampingan desa-desa wisata berbagai kabupaten dan kota hingga mendapatkan anugerah desa wisata nasional. Baru-baru ini menggagas Kawasan wisata Tabek Sabai Padang Tarok yang didukung para perantau.


Sebagai inisiator AELI Sumbar, Zuhrizul juga melahirkan enterprenuer bersertifikasi sebagai fasilitator provider Outbound berbasis experiential learning. "Zuhrizul juga yang menginisiasi diadakannya iven Minang Geopark Cycling west Sumatera Seven Summit," tambahnya.


Belum lama ini, Zuhrizul mencetus gerakan Sumbar Bersih dan gerakan membeli produk UMKM Sumbar.


Sepak terjangnya yang begitu besar dalam menggerakkan pariwisata dari akar rumput itu bahkan menarik perhatian Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah hingga mempercayakannya memimpin Tim Percepatan Sumbar Madani sektor pariwisata. Begitu juga di banyak daerah di Sumbar, dia juga dipercaya menjadi tim ahli dan sering dipercaya memberikan pendampingan dinas serta kelompok sadar wisata.


"Hebatnya lagi, beliau yang melihat secara riil kondisi di akar rumput sektor pariwisata, tetap konsisten memprotes jika ada program dan kebijakan yang dinilai hanya seremonial dan menghambur-hamburkan anggaran saja. Program yang dinilai tak berpihak pada kemajuan sektor pariwisata, di daerah," tukas Rommi.


Sementara itu, M Zuhrizul mengaku kaget saat diundang dan menerima penghargaan dari Padang Ekspres. Menurutnya, apa yang selama ini dilakukannya merupakan bentuk kegelisahan pada potensi  pariwisata Sumbar yang besar, tapi hanya jalan di tempat.


"Terpenting, kita berbuat saja lagi apa yang kita bisa. Action. Tak perlu pencitraan. Koreksi jika ada yang keliru atau yang hanya habiskan anggaran saja. Terpenting apa yang dilakukan membawa manfaat bagi anak-anak nagari di daerah dan potensi pariwisata serta industri kreatif yang ada bisa tergarap optimal hingga meningkatkan pendapatan masyarakat," tegasnya.(esg)

Editor : padek
#M Zuhrizul #Penghargaan Padang Ekspres #IATTA Sumbar M Zuhrizul #industri kreatif #penghargaan pariwisata