Lereng Green View terletak di lereng bukit di Nagari Tanjungalai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Salah satu destinasi wisata baru tersebut menawarkan keindahan dan eksotisme danau Singkarak dari ketinggiaan tanpa ada hambatan apapun.
Di sana, bentangan alam khususnya Solok bagian utara, danau Singkarak, hingga selatan Kabupaten Tanahdatar terlihat jelas dari bukit tersebut, bahkan danau Singkarak yang berada persis di bawahnya bisa dinikmati secara keseluruhan. Seluruh lekuk liuk garis danau seluas 11.200 hektar itu terlihat sangat jelas.
Suasana akan semakin indah jika dinikmati sebelum matahari terbenam. Sensasi melihat sunset atau matahari tenggelam di Lereng Green View tak kalah eksotis dari suasana sunset di tepi pantai.
Eksotisme itu begitu kental saat cahaya matahari menjadi jingga menyembul di balik bukit barisan yang di depannya terhampar danau Singkarak dan gemerlap Solok utara serta Tanahdatar bagian selatan seluas mata memandang.
Tak kalah indahnya, suasana di malam hari juga memberikan sensasi yang berbeda yang mana Lereng Green View kerap menjadi tempat camping atau berkemah ideal bagi pengunjung.
Jika malam cerah, ribuan bintang di langit malam seolah mempertegas keindahan danau, apalagi dengan kelap-kelip lampu kawasan pemukiman yang berjejer di sepanjang garis danau.
Kabar baiknya, untuk masuk ke Lereng Green View, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. Di sana pengunjung bisa memesan makanan atau minuman yang dijual di kafe yang menjadi sentra objek tersebut. Bahkan pengunjung bisa menyewa mastras, kasur atau kursi santai bagi yang ingin duduk sambil bercengkerama.
Namun jika ingin menikmati serunya bermain paralayang yang menjadi salah satu wahana unggulan, pengunjung bisa dengan membayar Rp 300 ribu selama 20 menit didampingi instruktur profesional.
Sementara bagi yang ingin camping atau berkemah, pengelola juga menyediakan tenda serta perlengkapannya, pengunjung bisa menyewa tenda tersebut dengan membayar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu per tenda.
Perlu diketahui, untuk menuju Lereng Green View terbilang cukup dekat dengan hanya berjarak lebih kurang 5 kilometer dari dermaga Singkarak, dan menempuh jalan Singkarak-Sulitair/Tanjungalai.
Tapi akses tersebut cukup curam dan berbelok dengan menyusuri lereng bukit. Namun hal tersebut akan terbayar lunas ketika sampai di lokasi dimana pengunjung disuguhi pemandangan danau Singkarak dari ketinggian.
Selain akses pertama, pengunjung juga bisa melalui akses lainnya yaitu dari Kota Solok-Tanjungalai via Aripan lebih kurang sejauh 10 kilometer, namun pengunjung harus berhati-hati karena akses jalan yang sempit dan berlubang.
Salah satu pengunjung, Yunita Wati, 47, mengatakan, Lereng Green View sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga karena bisa bersantai menikmati danau Singkarak dari ketinggian.
“Biasanya untuk menikmati pesona danau kita berada di pinggir danau, tapi kali ini, dengan melihat pemandangan danau dari ketinggian, suasananya sangat berbeda, serta latar untuk berfoto juga sangat bagus,” jelasnya.
Pengunjung lainnya, Surya Wahyudi, 38, mengungkapkan, ia bersama teman-temannya sudah merencanakan pergi ke Lereng Green View sejak pertama kali dibuka secara umum untuk camping atau berkemah. Namun karena pandemi, dirinya baru bisa datang ke Lereng Green View pada bulan Januari lalu.
Ditambahkan, suasana di sana menurutnya sangat ideal untuk camping, terutama pada malam hari. Kebetulan saat ia camping bulan lalu cuaca sedang cerah-cerahnya, sehingga bisa menikmati sensasi luar biasa dari keindahan malam di sekitar danau Singkarak.
“Suasananya tak kalah dari puncak gunung. Dengan kawasan bukit yang masih asri dan angin yang sejuk, menjadi nilai plus dari objek wisata Lereng Green View ini,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Solok, Nasripul Romika mengatakan, objek wisata Lereng Green View merupakan salah satu objek wisata yang dikelola secara swadaya oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat, namun tetap di bawah pembinaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok.
“Itu (Lereng Green View) sangat potensial untuk dikembangkan, karena menawarkan sisi lain dalam menikmati keindahan danau Singkarak,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski dengan akses yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Solok, tapi apa yang ditawarkan di objek wisata tersebut tidak akan membuat pengunjung menyesal untuk mengunjunginya, apalagi bisa melihat keindahan danau Singkarak dari sisi yang berbeda.
Nasripul berharap agar kerja sama Pokdarwis dengan pemerintah nagari solid karena untuk memajukan wisata yang berdampak kepada masyarakat butuh kerja sama dan kolaborasi.
“Potensi wisata di Kabupaten Solok ini luar biasa. Tapi tentu mesti dikelola dengan profesional dan yang paling penting berdampak langsung untuk masyarakat sekitar,” tutupnya. (*) Editor : Novitri Selvia