Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Filosofi Baju Basiba, Diniyyah Puteri Gelar Talkshow dan Opening Sabiekah

Hendra Efison • Sabtu, 16 April 2022 | 20:54 WIB
Baju Kurung Basiba dari rumah produksi Sabiekah House of Basiba, Padangpanjang.
Baju Kurung Basiba dari rumah produksi Sabiekah House of Basiba, Padangpanjang.
Guna lebih memperkenalkan Baju Kurung Basiba kepada perempuan di Minangkabau, Perguruan Diniyyah Puteri Padangpanjang menggelar Talkshow saat Grand Opening “Sabiekah” House of Basiba, di Aula Diniyyah Puteri, Sabtu (16/4).

Talkshow yang bertemakan “Baju Basiba Perempuan Minang: Fashion, Filosofi, dan Budaya Matrilineal” ini mendatangkan lima narasumber; Bundo Kanduang Provinsi Sumbar Puti Reno Raudha Thaib, Pakar Antropologi Unand Sri Setyawati, Anggota DPD RI Emma Yohana, Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat, dan Nada Sikkah selaku Brand Ambassador Sabiekah.

Pada talkshow tersebut, Bundo Puti menjelaskan bagaimana filosofi dari Baju Basiba ini, yang mana ada makna dari masing-masing model yang ada di Baju Basiba tersebut. Kekhasan dari Baju Kurung Basiba bisa dilihat pada bentuknya yang longgar, mempunyai siba, kikik pada ketiak, lengan panjang sampai pergelangan tangan, leher tanpa kerah dan bagian depan sedikit dibelah sebatas dada.

“Dari kekhasannya tersebut, ia memiliki makna keunikan masing-masing juga. Dua siba yang berada di samping baju dan ada pertemuannya, menandakan perempuan itu bisa menjadi sumber dari keturunannya, yang harus dijaga dan selalu lurus,” ujar Bundo Puti.

Ciri-ciri dari Baju Kurung Basiba tersebut di antaranya, jika Baju Basiba yang asli tidak ada memiliki jahitan di bahunya. Lalu tidak ada dipaskan dengan lekuk badan. Baju Basiba hanya lurus saja dan basiba.

Photo
Photo


Nada Sikkah terkagum dengan adanya Sabiekah yang menghadirkan baju sesuai dengan kebutuhan perempuan muslimah. Dan bisa memperkenalkan Baju Basiba lebih luas lagi di luar Provinsi Sumbar.

“Walaupun ini baju khas Perempuan Minangkabau, namun dengan kenyamanan Baju Basiba ini membuat yang memakai juga nyaman. Dengan bahan yang adem dan dingin berkualitas tinggi, juga sesuai syariah. Saya yakin baju ini bisa mendunia oleh wanita-wanita muslimah. Saya juga bangga dengan adanya Baju Basiba ini. Insyaa Allah akan terus bersemangat ikut melestarikan Baju Basiba,” tuturnya.

Usai menggelar talkshow, acara dilanjutkan dengan menampilkan peragaan 10 Baju Kurung Basiba terbaik yang diproduksi Sabiekah, oleh putri putri Padangpanjang. (*) Editor : Hendra Efison
#Diniyyah Puteri #nurhayati subakat #Filosofi Baju Basiba #Baju Kurung Basiba #Sabiekah House of Basiba