Pj. Wali Nagari Lubukgadang Tenggara, Syahrizal Can menyebut, bantuan yang disalurkan TNKS ke masyarakat Leter W dalam program itu sebanyak 9 ribu bibit alpukat. Bibit ini ditanam masyarakat untuk mewujudkan daerah hijau bernilai ekonomis nantinya.
“Ribuan bibit alpukat ini sudah diserahterimakan ke nagari secara simbolis, namun penyaluran ke masyarakat akan dilakukan saat hujan turun sehingga bisa langsung ditanam nantinya,” kata Pj Syahrizal, Kamis (14/9).
Ia melanjutkan, bibit alpukat tersebut akan ditanam di halaman rumah warga di pinggiran jalan nasional menuju Jambi. Selain sebagai tanaman produktif yang bernilai ekonomis, keberadaan alpukat ini juga dapat menjadi pembatas wilayah Sumbar dan Jambi di Leter W, agar tidak mengalami pergeseran.
“Jadi, kisaran 4-6 tahun ke depan, alpukat sudah bisa menghasilkan rupiah bagi masyarakat. Ini keinginan kita dalam memberi dampak perekonomian di masa yang akan datang. Tentu saja, kita berterima kasih kepada pihak TNKS atas program Leter W hijau produktif yang dicetuskannya,” tuturnya.
Syahrizal menilai, program TNKS menghijaukan Leter W itu sudah sangat tepat sasaran. Pasalnya, mayoritas masyarakat di sana merupakan pekebun, sehingga bibit yang diberikan betul-betul dibutuhkan dan akan ditanam sesuai rencana.
“Masyarakat Leter W ada sekitar 3.800 jiwa, 90 persennya merupakan petani dan pekebun, sisanya 4 persen pegawai dan 6 persen wiraswasta atau pedagang,” katanya.
Alpukat itu, tambahnya lagi, akan ditanam dua baris di kiri dan kanan jalan. Jika berhasil tumbuh akan membawa peluang besar bagi Solsel untuk jadi daerah penghasil alpukat, bahkan menjadi daerah wisata alpukat nantinya.
“Ini belum dilakukan di daerah lain, kita akan orbitkan di Solsel,” tutur Syahrizal.
Sementara, Kepala Seksi (Kasi) TNKS Wilayah IV, David mengatakan, penyaluran 9 ribu bibit alpukat di Lubukgadang Tenggara itu untuk program penghijauan. Intinya akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di masa akan datang.
Oleh sebab itu, tanaman produktif menjadi pilihan bagi TNKS untuk masyarakat, sehingga seiring penyaluran dapat diberikan sosialisasi agar tidak merusak kawasan taman nasional.
“Kita bersama masyarakat akan menanam sampai ke perbatasan Solsel-Kerinci, dan setelah penanaman akan masuk data satelit TNKS. Sebab itu, harus benar-benar di tanam,” ucapnya.
Selain program Leter W hijau lewat penanaman bibit alpukat tahun ini, pihaknya melalui kelompok Tani Taluak Dalam Lestari juga sedang melakukan pembibitan sebanyak 30 ribu jenis bibit manggis, surian, kayu manis, tanaman hutan lainnya yang bernilai manfaat. Diperkirakan tahun depan siap tanam.
“Sekarang baru bibit dulu, nanti akan di usulkan ke Balai TNKS untuk pemeliharaan tahun depan. Tahun ini juga sudah disalurkan bantuan program sapi kepada kelompok tani Banuaran Jaya Nagari Kapau Alam Pauhduo dibantu Rp50 juta untuk pembelian bibit sapi sebanyak 4 ekor. Yang kita bantu untuk masyarakat daerah berdekatan dengan hutan TNKS,” tuturnya. (tno) Editor : Novitri Selvia