Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Sayur Melonjak, Aktivitas Sekolah Normal, Wali Murid Khawatir

Novitri Selvia • Kamis, 18 Januari 2024 | 10:01 WIB
ANTISIPASI: Kapolresta Padang Kombespol Ferry Harahap mengunjungi beberapa apotek di Kota Padang, kemarin. Kegiatan tersebut dilakukan demi memastikan obat-obatan yang dilarang peredarannya tidak diperjual belikan lagi oleh pedagang.(IST)
ANTISIPASI: Kapolresta Padang Kombespol Ferry Harahap mengunjungi beberapa apotek di Kota Padang, kemarin. Kegiatan tersebut dilakukan demi memastikan obat-obatan yang dilarang peredarannya tidak diperjual belikan lagi oleh pedagang.(IST)
Paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi sejak lebih dari sebulan terakhir, berdampak pada kenaikan harga sayur-mayur di Kota Padangpanjang. Kenaikan terjadi pada sawi bola yang mencapai Rp 5.000 atau 62,50 persen. Buncis naik 20 persen dan wortel naik 22,22 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padangpanjang Ade Nafrita Anas kepada Padang Ekspres, kemarin.

“Tomat hanya 30 persen yang bisa dipanen dengan baik. Untuk cabai, umumnya yang terdampak terhadap pembibitan. Sebagai keberpihakan, kita telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap abu vulkanik tersebut,” jelasnya, sembari menyebut, sedikitnya puluhan hektare lahan terdampak abu vulkanik Gunung Marapi.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Kota Padangpanjang Putra Dewangga menyebutkan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Padangpanjang pekan kedua Januari 2024 berada pada angka -1,822 atau berfluktuasi rendah.

“Komoditi utama yang berkontribusi untuk fluktuasi ini adalah cabai merah, susu bubuk dan gula pasir. Semuanya mengalami penurunan,” tuturnya.

Putra mengatakan, sebelumnya Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengarahkan pengendalian inflasi di pekan kedua Januari ini lebih difokuskan kepada kenaikan harga dan upaya mengantisipasinya.

“IPH bahan pangan di pekan kedua Januari ini, ada tiga komoditas yang naik dibanding pekan sebelumnya. Yakni bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras. Kita harus fokus mengatasi kenaikan harga tiga komoditas tersebut,” terang dia.

Kurangi Jam Istirahat

Di sisi lain, erupsi Marapi belum berdampak terhadap aktivitas sekolah di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Sejauh ini, proses belajar dan mengajar di dua daerah tersebut masih berjalan dengan normal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Isra menyebutkan, untuk menyikapi potensi erupsi pihaknya telah memberikan sejumlah instruksi kepada pihak sekolah. Diantaranya, imbauan untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar kelas.

“Kami juga meminta pihak sekolah untuk mengurangi jam istirahat agar anak-anak tidak bermain di luar ruangan. Dinas Pendidikan juga memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk mengambil langkah dan tindakan memulangkan anak sekolah lebih cepat jika bahaya abu vulkanik meningkat,” tambahnya.

Meskipun demikian, kata I, Pemkab Agam dan jajaran terkait tengah melakukan kajian untuk opsi belajar secara daring. “Pada Kamis (hari ini, red), kami akan melakukan rapat dengan kepala sekolah yang ada di Kecamatan Canduang dan Sungaipua, untuk menghimpun dan mendengarkan masukan dari mereka,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Herriman mengungkapkan, Kota Bukittinggi relatif aman dari ancaman erupsi Marapi.

Sejak Erupsi yang terjadi pada Minggu (3/12/2023) hingga sekarang, dampak abu vulkanik ke Kota Wisata itu relatif tidak terlalu besar. “Karena itu, sejauh ini kita masih melakukan proses belajar mengajar di sekolah dengan tatap muka,” tuturnya.

Meskipun tetap dilakukan dengan tatap muka, sambung dia, Dinas Pendidikan terus memberikan imbauan untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Terkait wacana belajar mengunakan metoda daring, ia mengungkapkan, sudah sempat dibicarakan sekitar awal Desember 2023 pasca erupsi terjadi.

“Wali kota cukup memberikan perhatian yang besar terkait persolan ini. Di awal Desember kita sempat memunculkan wacana untuk belajar secara daring, karena intensitas abu vulkanik saat itu cukup besar ke Kota Bukittinggi, namun setelah kita amati beberapa waktu setelah itu, dampak abu menurun dan kita nilai relatif aman,” tekannya.

Ia menyebutkan Pemko dan juga Dinas Pendidikan Bukittinggi terus memantau perkembangan erupsi Marapi dan dampaknya. “Jika ada perubahan yang ekstrim tentu kita akan mengeluarkan kebijakan baru terkait proses belajar di Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Wali Murid Khawatir

Salah seorang wali murid Indra berharap, proses belajar tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran daring. “Dalam keadaan erupsi dan adanya abu vulkanik tentu kesehatan anak-anak kita jadi prioritas disini,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan status Gunung Marapi menjadi Siaga atau Level III, berpotensi terhadap gangguan kesehatan akan meningkat.

“Mungkin dampak pada pernafasan belum terasa atau belum terdeteksi. Namun yang bisa dirasakan langsung tentunya perih di mata dan untuk berkendara kondisi jalan menjadi licin. Karena itu, biar lebih aman saja sebaiknya proses belajar diubah menjadi daring,” tambahnya.

Anaknya yang paling tua sekolah di salah satu lembaga pendidikan di Nagari Pasie, Kecamatan Ampekangkek, Kabupaten Agam. Kemudian yang kedua sekolah di  SDN 06 Kota Bukittinggi.

“Saya merasa dampak erupsi lebih besar di wilayah Agam terutama yang berada di sekitaran Marapi. Karena itu, daerah tersebut mesti lebih diprioritaskan untuk belajar secara daring,” tekannya.

Selain abu vulkanik ia juga menyebutkan ada sedikit kekhawatiran apabila terjadi sesuatu yang tidak diduga terkait Marapi.

“Sebagai orang tua tentu khawatir, abapila sewaktu-waktu Gunung Marapi menunjukan aktivitas yang tidak kita inginkan. Meski saya tahu lokasi sekolah itu ada di luar radius bahaya, atau 4,5 kilometer tetap saja kekhawatiran itu ada,” tukasnya. (wrd/r) Editor : Novitri Selvia
#iph #dampak erupsi #Dispangtan Kota Padangpanjang #Dinas Pendidikan Bukittinggi #abu vulkanik #Ade Nafrita Anas #Harga Sayur Melonjak #erupsi marapi #pemkab agam