Berdasarkan informasi dari Magma ESDM Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.
Erupsi berikutnya pukul 11:22 WIB dan pukul 20:54 WIB dengan tinggi kolom abu dan arah yang sama dengan erupsi sebelumnya.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30.2 mm dan durasi 52 detik," ujar petugas PVMBG Ahmad Rifai dalam laporannya di portal Magma ESDM.
Saat ini, Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Agam tersebut masih berada pada Status Level III (Siaga).
Menyikapi terjadinya letusan tersebut, PVMBG kembali mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/ pengunjung/ wisatawan diimbau agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/ aliran/ bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama di saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu, PVMBG mengimbau masyarakat menggunakan masker, pelindung mata dan kulit, serta mengamankan sarana air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik.
Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
"Pemerintah Kota Bukittinggi, Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar dan Agam agar selalu berkoordinasi dengan PVMBG atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi," bunyi rekomendasi PVMBG.(*)