PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak 100 ekor sapi dan 12 ekor kambing dikurbankan tahun ini dalam pelaksanaan hari raya Idul Adha 1445 Hijriah. Pemotongan hewan kurban tersebut tersebar di 47 masjid di Kepulauan Mentawai.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kepulauan Mentawai, Masdan, Senin (17/6) siang. Dia mengatakan, total hewan kurban di Mentawai tahun ini mencapai 112 ekor.
“Tahun ini, jumlah hewan kurban di Mentawai berjumlah 112 ekor untuk 47 masjid di Kepulauan Mentawai. Jumlah hewan kurban terbanyak, masih didominasi oleh jemaah masjid di wilayah Kecamatan Siberut Selatan sebanyak 35 ekor. Disusul Kecamatan Sipora Utara, 34 ekor,” ungkapnya.
Dia mengakui, jumlah kurban tahun ini lebih sedikit dibanding hari raya kurban tahun lalu yang mencapai 170 ekor sapi, 3 ekor kerbau dan 12 ekor kambing. Menurut dia, menurunnya jumlah kurban tersebut, juga hampir sama dirasakan oleh daerah lainnya di Sumbar.
Di sisi lain, jumlah hewan kurban di Kenagarian Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jumlahnya mencapai 187 ekor yang terdiri dari 166 ekor sapi, dan 21 ekor kambing.
“Tahun ini jumlah hewan kurban di Nagari Painan mengalami peningkatan. Jumlahnya mencapai 187 ekor, sedangkan tahun lalu hanya 160 ekor,” kata Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pessel, Afrizal Dt Rang Kayo Basa.
Di Solok Selatan (Solsel), Pemkab setempat menyembelih 44 ekor sapi dan dua ekor kambing di halaman kantor Bupati Solsel, usai shalat Idul Adha. Kambing dan sapi kurban tersebut merupakan sumbangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
“Semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua yang sudah berkurban dan berkah bagi masyarakat penerima,” ujar Bupati Solsel, Khairunas.
Bupati menegaskan bahwa pelaksanaan hari raya kurban tidak hanya tentang penyembelihan hewan semata, lebih dari itu makna yang harus dipetik yakni meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama, menyembelih hawa nafsu, egoisme, ambisi pada kepentingan diri masing-masing untuk kepentingan yang lebih luas terutama kepentingan agama, bangsa dan daerah.
Idul Adha Serentak
Perayaan Idul Adha 1445 Hijiriah dilaksanakan serentak di seluruh wilayah di Kabupaten Tanahdatar, kemarin. Pemkab Tanahdatar bersama pengurus Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) setempat memusatkan pelaksanaan shalat Idul Adha di Lapangan Cindua Mato Batusangkar.
Bupati Tanahdatar Eka Putra mengatakan, perayaan Idul Adha tahun ini meski Tanahdatar dalam suasana berduka pascabencana banjir bandang beberapa waktu lalu, semua tetap kuat dan bangkit.
“Meski Kita dalam keadaan berduka atas musibah banjir bandang yang mengakibatkan saudara-saudara kita kehilangan rumah, korban jiwa dan materi serta lainnya, dengan semangat kebersamaan dan persatuan, ini bisa kita lalui, semua tetap kuat dan bangkit,” ucapnya.
Bupati mengatakan, banyak hikmah yang bisa diambil melalui momentum lebaran haji atau hari raya kurban tahun ini. Salah satunya, warga Tanahdatar dalam keadaan berduka, namun hikmah di balik semua itu, sesudah kesulitan ada kemudahan.
“Ini dibuktikan dengan semangat persaudaraan, banyak sanak saudara yang mengantarkan bantuan mulai dari yang terdekat dalam negeri bahkan luar negeri, itu salah satu bentuk kepedulian kepada keluarga yang tertimpa musibah,” terangnya.
Di sisi lain, Pemkab Dharmasraya menyelenggarakan shalat Idul Adha 1445 H, di Masjid Agung, Kecamatan Sitiung. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mengajak masyarakat untuk meneladani ketaatan, kesabaran dan ketaqwaan keluarga Nabi Ibrahim AS dan puteranya Nabi Ismail.
Di Kota Pariaman, Pemko setempat terpaksa mengalihkan pelaksanakan shalat Idul Adha ke Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Kampungpondok, Pariaman Tengah. Semula, direncanakan di Lapangan Merdeka, namun urung terlaksana lantaran diguyur hujan.
Penjabat Wali Kota Pariaman, Roberia mengatakan bahwa di hari raya Idul Adha ini mendekatkan diri kepada Allah dengan berkurban. “Ayo sama-sama mendekatkan hati dan perasaan serta pikiran kita untuk selalu berada dijalan Allah,” ujarnya. (rif/yon/tno/stg/ita/nia)
Editor : Novitri Selvia