BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah di Sumatera Barat mulai pukul 20:30 WIB.
Wilayah yang berpotensi terdampak pada fase awal meliputi:
- Kabupaten Pesisir Selatan: Koto XI Tarusan.
- Kabupaten Padangpariaman: Batang Anai, Nan Sabaris, VII Koto Sungai Sarik, V Koto Kampung Dalam, Sungai Limau, Ulakan Tapakih, dan V Koto Timur.
- Kabupaten Agam: Tanjung Mutiara.
- Kabupaten Limapuluh Kota: Kapur IX.
- Kabupaten Pasaman: Lubuk Sikaping, Panti, Mapat Tunggul, Mapat Tunggul Selatan, Rao Utara.
- Kabupaten Kepulauan Mentawai: Sipora Selatan
- Kota Padang: Padang Selatan, Padang Timur, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Kuranji, Nanggalo, Koto Tangah.
- Kota Pariaman: Pariaman Tengah, Pariaman Utara, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur.
BMKG juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut dapat meluas ke wilayah-wilayah berikut:
- Kabupaten Pesisir Selatan: Batang Kapas, IV Jurai, Bayang, IV Nagari Bayang Utara.
- Kabupaten Padang Pariaman: Lubuk Alung, 2 X 11 Enam Lingkuang, Sungai Garingging, IV Koto Aur Malintang, Sintuak Toboh Gadang, Padang Sago, Batang Gasan, 2 X 11 Kayu Tanam, Patamuan, Enam Lingkung.
- Kabupaten Agam: Lubuk Basung, Tanjung Raya, Ampek Nagari, Malalak.
- Kabupaten Limapuluh Kota: Harau, Pangkalan Koto Baru, Gunuang Omeh, Mungka, Bukik Barisan.
- Kabupaten Pasaman: Bonjol, Duo Koto, Tigo Nagari, Rao, Simpang Alahan Mati, Padang Gelugur, Rao Selatan.
- Kabupaten Pasaman Barat: Lembah Melintang, Pasaman, Talamau, Kinali, Gunung Tuleh, Ranah Batahan, Koto Balingka, Sungai Aur, Luhak Nan Duo
- Kota Padang: Lubuk Kilangan, dan Pauh.
"Kondisi cuaca ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 23:00 WIB," kata Prakirawan BMKG Minangkabau dalam informasi yang disampaikannya, malam Minggu ini.
Masyarakat di wilayah-wilayah yang disebutkan diharapkannya untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan cuaca lebih lanjut melalui kanal-kanal resmi BMKG.
"Bagi warga yang berada di daerah rawan banjir dan tanah longsor, diimbau untuk mengambil langkah-langkah pencegahan,* ingatnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto