Pasangan ini diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Hanura, Gerindra, Golkar, PDI Perjuangan, PKB, Partai Demokrat, PPP, PKS, dan PAN.
Dengan dukungan yang solid ini, pasangan Annisa-Leli berpotensi melawan kotak kosong dalam Pilkada yang akan berlangsung pada November mendatang.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumatera Barat, Dr. Febby Dt Bangso (FDB), menegaskan bahwa kebijakan partainya selalu memperjuangkan kesetaraan gender, terutama di sektor politik praktis.
Febby mengungkapkan bahwa komitmennya terhadap kesetaraan gender tak pernah diragukan. Hal itu dibuktikan dengan keputusan partainya mengusung Annisa-Leli di Pilbup Dharmasraya.
“Kebijakan Politik Hanura untuk memperjuangkan perempuan di Dharmasraya sudah jelas. Apapun yang dikatakan banyak pihak terkait sikap ini, kami tetap pada pendirian kami,” ujar Febby Dt Bangso, Jumat (30/8) pagi.
Diakui Febby, kesetaraan gender masih menjadi tantangan besar, terutama bagi perempuan yang ingin menjadi pemimpin di Ranah Minang.
Ia mencatat bahwa fakta-fakta di lapangan menunjukkan betapa sulitnya perempuan memenangkan posisi kepala daerah, seperti yang dialami oleh Emma Yohanna dan Betty Shadiq Pasadigoe di kontestasi pilkada-pilkada sebelumnya.
Selain itu, Febby mengakui bahwa dukungan terhadap pasangan tunggal Annisa-Leli di Dharmasraya ini bisa menuai kritik, terutama dari kalangan pegiat demokrasi yang menganggap bahwa pilkada dengan satu pasangan calon adalah sebuah langkah mundur.
Namun, kata dia, Partai Hanura Sumbar siap dihujat jika keputusan yang telah diambil merupakan langkah penting memperjuangkan kesetaraan gender.
"Ini adalah langkah besar untuk membuka peluang bagi perempuan menjadi kepala daerah di Sumatera Barat. Dengan cara ini, kami membuka kotak pandora yang selama ini menutup jalan perempuan untuk memimpin,” ujar Febby.
Meski demikian, Febby mengingatkan Annisa dan Leli agar tidak lengah. Apalagi gamang.
“Mereka harus all out dalam setiap tahapan pilkada. Potensi menang melawan kotak kosong memang besar, tapi tidak bisa dianggap enteng,” tegasnya.
Febby juga merespons adanya narasi yang beredar mengenai Adi Gunawan, calon lain yang dianggap kuat dan memiliki elektabilitas tinggi di berbagai survei.
Beberapa partai yang sebelumnya disebut-sebut mendukung Adi Gunawan, akhirnya mengalihkan dukungan ke pasangan Annisa-Leli. Keputusan ini tentu saja menimbulkan kekecewaan di kalangan pendukung Adi Gunawan.
“Politik adalah pilihan, dan Hanura telah memilih untuk mendukung perjuangan perempuan sebagai kelompok rentan,” kata Febby.
“Kami berharap Annisa dan Leli dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa memimpin sebagai kepala daerah," tambahnya.
Febby Dt Bangso berharap Pilkada Dharmasraya menjadi tonggak sejarah bagi kesetaraan gender di Sumatera Barat dan membuka jalan perempuan lain untuk meraih posisi kepemimpinan.(*)
Editor : Heri Sugiarto