Realisasi Belanja APBD Pemprov Sumbar 2024 Rendah! Keuangan Baru 56,59%, Fisik 69,22%

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 7 Oktober 2024 | 12:56 WIB

Ilustrasi belanja APBD. (Grafis: Radar Kudus)
Ilustrasi belanja APBD. (Grafis: Radar Kudus)
PADEK.JAWAPOS.COM-Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sumbar) tahun 2024 belum menunjukkan hasil optimal hingga Senin pagi (7/10).

Dari total pagu anggaran sebesar Rp6,81 triliun, serapan belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru mencapai Rp3,85 triliun atau sekitar 56,59%. Angka tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan sebesar Rp4,21 triliun atau 61,81%.

Pendapatan daerah juga belum mencapai hasil maksimal. Dari target Rp6,58 triliun, realisasi hingga saat ini baru Rp4,74 triliun atau 72%.

Hal itu terungkap berdasarkan informasi real time Dashboard Pembangunan Sumbar yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) hingga pukul 11:00 WIB, Senin (7/10/2024).

Dalam laporan tersebut, terdapat lima OPD dengan realisasi belanja terendah, yaitu Dinas Pertanian dan Hortikultura (Disbuntanhor) 29,96%, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) 37,05%, Biro Perekonomian 38,84%, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) 40,02% dan Biro Hukum 43,52%.

Realisasi fisik juga mengkhawatirkan dan memerlukan evaluasi. Hingga saat ini baru mencapai 69,22%, di bawah target yang diharapkan sebesar 77,4%. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian pembangunan fisik juga memerlukan evaluasi dan pengawasan.

Lima OPD dengan kinerja terendah, yakni Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) 26,22%, Dinas Pertanian dan Hortikultura (Disbuntanhor) 26,62%, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah 48,82%, Sekretariat DPRD  50,42% dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 50,95%.

Pengadaan Barang dan Jasa
 
Data Dashboard Pembangunan Sumbar memperlihatkan bahwa OPD masih memiliki sisa anggaran yang signifikan untuk dibelanjakan hingga akhir tahun.
 
Dalam pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme E-Purchasing, tercatat sebanyak 1.447 paket dengan total nilai Rp962.816.202.225.
 
Baca Juga: Taufiq Ismail Peroleh Anugerah Sastra Majelis Sastra Asia Tenggara
 
Dari jumlah tersebut, 468 paket masih belum diproses, sedangkan 785 paket sudah selesai diproses, dan 194 paket telah selesai dilaksanakan. 
 
Pada proses tender, terdapat 43 paket dengan nilai mencapai Rp28.137.279.234. Hingga saat ini, 16 paket belum diproses, 27 paket telah selesai diproses, namun belum ada yang selesai pelaksanaannya.
 
Untuk pengadaan yang dilakukan melalui mekanisme Non-Tendering dan Non E-Purchasing, tercatat sebanyak 2.220 paket dengan nilai Rp299.246.991.482.
 
Dari jumlah tersebut, 871 paket belum diproses, 100 paket sedang dalam proses, 1.116 paket telah selesai diproses, dan 133 paket telah selesai pelaksanaannya.
 
Dalam hal hibah, tercatat 650 penerima dengan total nilai Rp117.199.488.584. Sebanyak 143 penerima hibah belum diproses, 225 sedang dalam proses pelaksanaan, dan sejumlah penerima hibah telah selesai pelaksanaan.(*)
 
Baca Juga: Israel Bombardir Masjid dan Sekolah di Gaza, 26 Warga Palestina Tewas, Ratusan Terluka
 
Realisasi Keuangan Tertinggi dan Terendah

Lima OPD dengan Realisasi Keuangan Tertinggi:
1. Kesbangpol: 88,42%
2. RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi: 81,61%
3. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora): 78,99%
4. Dinas Satpol PP: 75,56%
5. Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra): 75,09%.

Lima OPD dengan Serapan Anggaran Terendah:
1. Dinas Pertanian dan Hortikultura (Disbuntanhor): 29,96%
2. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan): 37,05%
3. Biro Perekonomian: 38,84%
4. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD): 40,02%
5. Biro Hukum: 43,52%.
 

Realisasi Fisik Tertinggi dan Terendah

Lima OPD dengan Realisasi Fisik Tertinggi :
1. Dinas Satpol PP: 94,70%
2. RSJ HB Saanin: 86,51%
3. Biro Organisasi: 86,37%
4. Kesbangpol: 86,30%
5. Biro Administrasi Pimpinan: 86,15%.

OPD dengan Realisasi Fisik Terendah:
1. Disperkimtan: 26,22%
2. Disbuntanhor: 26,62%
3. Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah: 48,82%
4. Sekretariat DPRD: 50,42%
5. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD): 50,95%.
Editor : Heri Sugiarto
realisasi pendapatan daerah Sumbar realisasi apbd sumbar Realisasi Fisik Realisasi APBD 2024