Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi tol dan memaksimalkan layanan bagi pengguna jalan sebelum dibuka fungsional pada libur Nataru pada 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.
Branch Manager Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Jarod Seno Wibawa, menyampaikan bahwa uji coba ini merupakan langkah untuk mengevaluasi hasil pembangunan tol.
"Uji coba adalah langkah untuk mengantisipasi, mengevaluasi apa yang telah kami kerjakan dan bangun," ujar Jarod di lokasi uji coba didampingi Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Agung Pranajaya.
Selama uji coba, yang dilakukan satu arah dari Padang ke Sicincin, terlihat tingginya antusiasme masyarakat yang ingin merasakan berkendara di tol ini.
"Kami sempat kewalahan di pintu masuk karena jumlah kendaraan yang lebih banyak dari perkiraan. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa, dan ini memotivasi kami untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi," ujar Jarod.
Untuk meningkatkan layanan, pihak pengelola tol juga menyediakan berbagai kendaraan operasional, termasuk unit PJR, unit rescue, unit derek, dan patroli yang siap memberikan bantuan bila diperlukan.
"Kendaraan operasi seperti unit PJR, unit rescue, unit derek, dan patroli akan selalu siap untuk memberikan layanan yang lebih baik," tambah Jarod.
Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Agung Pranajaya, mengungkapkan bahwa meskipun uji coba telah dilakukan, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan.
"Ada jalan yang masih berdebu, beberapa marka dan rambu-rambu yang perlu ditambah, serta penerangan di persimpangan yang belum ada," jelas Agung.
Dia menambahkan bahwa untuk saat ini, uji coba hanya dilakukan pada satu lajur, yaitu lajur A, karena lajur B masih dalam pengerjaan.
Guru besar Teknik Sipil Unand, Abdul Hakam, memberikan apresiasi terhadap proyek tol Padang-Pekanbaru, khususnya seksi Padang-Sicincin. Menurutnya, tol ini akan memberikan dampak positif besar terhadap kelancaran arus transportasi antara Padang dan Pekanbaru.
"Jika tol ini selesai sepenuhnya, waktu tempuh akan berkurang drastis, dan kemacetan di jalur konvensional dapat berkurang, terutama pada musim liburan," ujarnya.
Abdul Hakam juga menekankan pentingnya keselamatan di jalan tol, mengingat kecepatan tinggi dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
"Pengguna jalan tol harus cermat dan disiplin, terutama saat mengambil exit. Edukasi tentang tata cara penggunaan tol juga sangat penting," tambahnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto