Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ini Penjelasan BMKG usai Gempa Guncang Pariaman: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

Randi Zulfahli • Senin, 16 Desember 2024 | 14:14 WIB
Gempa bumi magnitudo 5,0 mengguncang wilayah 78 km barat daya Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin (16/12/2024) pukul 10.50 WIB. (Peta: BMKG)
Gempa bumi magnitudo 5,0 mengguncang wilayah 78 km barat daya Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin (16/12/2024) pukul 10.50 WIB. (Peta: BMKG)

PADEK.JAWAPOS.COM—Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Pandangpariaman, Sumatera Barat, Senin (16/12/2024) pukul 10.50.05 WIB.

Gempa ini ternyata terjadi akibat subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," katanya di Jakarta, Senin (16/12/2024). 

BMKG menyebut gempa tektonik ini dirasakan di Kota Padang, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, dan Mentawai pada skala intensitas III-IV MMI dan Padangpanjang, Bukittinggi, Solok, dan Solok Selatan pada skala intensitas II-III MMI. 

"Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 1,22° Lintang Selatan dan 99,73° Bujur Timur. Tepatnya, gempa terjadi di laut pada jarak 75 kilometer arah Barat Daya Kota Pariaman, Sumatera Barat, dengan kedalaman 44 kilometer," jelas Daryono. 

BMKG menegaskan hingga pukul 11.10 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock). BMKG juga menyatakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," terangnya. 

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat juga disarankan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan dan memastikan bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali beraktivitas," tambahnya. (*)

Editor : Adetio Purtama
#gempa tektonik #bmkg #gempa bumi #gempa