PADEK.JAWAPOS.COM—Perekonomian masyarakat Koto Anau selain padi, juga terkenal dengan penghasil rempah-rempah. Pertanian dilakukan silih berganti via penanaman padi dan perkebunan. Makanya, hasil rempah-rempah ini boleh dikatakan sebagian besar penunjang ekonomi masyarakat.
Selama ini hasil rempah dijual ke pengumpul atau pasar. Keterbatasan teknologi pengolahan, seperti tidak adanya mesin penghalus efisien, tantangan utama petani.
Kondisi ini menjadi pemikiran bagi mahasiswa KKN Unand 2024 dan mereka melakukan perancangan dengan menggunakan inventor 3D, pembuatan dan perakitan.
Pembuatan alat inovasi penghalus rempah ini yang diketuai Dr Ir Oknovia Susanti MEng IPM dengan anggota Yulinda MP PhD dan Hendri Yanda MT PhD, dan dibantu oleh mahasiswa, M.Alif Alhadid (M20) dan M.Khalid Al Mujaahid(M20).
Makanya, perancangan alat penghalus rempah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil olahan.
“Hal inilahpendorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mencoba membantu membuat alat, agar hasil rempah dapat diolah, sehingga harga jual lebih tinggi dan ekonomi masyarakat meningkat,” ujar dia.
Alat penghalus rempah inovasi penting dalam industri pengolahan rempah di Indonesia. Rempah-rempah telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, tidak hanya bahan makanan tetapi juga untuk obat-obatan dan kosmetik.
Dengan menggunakan teknologi modern, alat ini diharapkan dapat mempercepat proses penggilingan dan meningkatkan nilai tambah produk rempah.
Alat penghalus rempah telah didistribusikan kepada petani di Koto Anau, yang diwakili Wali Nagari Kotoanau. Distribusi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengolahan rempah-rempah yang merupakan komoditas penting bagi petani di daerah tersebut.
“Diharapkan petani Kotoanau lebih mandiri mengelola hasil pertanian mereka, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas secara keseluruhan,” harap Dr Oknovia. (rdo)
Editor : Adetio Purtama