Pantauan Padang Ekspres, Minggu (5/1/2025), kondisi bahu jalan yang longsor tersebut cukup luas dan membuat khawatir pengendara yang melintasi rute vital tersebut.
Seorang pengendara yang sering lewat jalur itu, Mhd Nazir Fahmi, menyampaikan bahwa kondisi di bahu jalan longsor ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Kalau tidak segera ditangani pihak terkait, ini bisa menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang melintas. Apalagi sebagian bahu jalan juga sudah retak-retak," ujarnya pada Minggu (5/1).
Jalan nasional ini dikenal sebagai jalur utama penghubung Padang-Bukittinggi yang selalu ramai kendaraan setiap hari, terutama pada akhir pekan atau hari libur.
Longsor ini dikhawatirkan terus meluas dan mengganggu arus transportasi sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan. Apalagi bagian tebing bahu jalan yang longsor sangat dalam.
"Meski sudah diberi garis kuning dan beton penanda jalan rusak, kita sebagai pengendara masih khawatir melintasi jalan ini, terutama pada malam hari dari arah Bukittinggi," ungkap Ridwan, pengendara lainnya yang sering bolak-balik Padang-Payakumbuh.
Ia berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kerusakan jalan akibat longsor sehingga jalur ini kembali aman dilintasi oleh masyarakat.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Thabrani ketika dikonfirmasi via ponselnya, belum merespons.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi mengatakan bahwa ini memang jalan nasional dan berharap bisa segera ditangani pihak BPJN Sumbar.
"Semoga cepat ditangani. Biasanya Pak Thabrani dan teman-teman di BPJN sangat fast respons (menangani masalah kerusakan jalan seperti ini, red)," kata Medi ketika dihubungi.(*)
Editor : Heri Sugiarto