Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cerita dan Harapan Warga tentang Jalan Pasar Baru-Alahanpanjang: Tak Berani Lewat saat Hujan, Tanjakan Ekstrem Perlu Dipangkas

Novitri Selvia • Jumat, 31 Januari 2025 | 11:15 WIB

CURAM: Kondisi ruas jalan Pasar Baru- Alahanpanjang. Ruas jalan sepanjang 52 kilometer ini masih belum teraspal sepanjang 5,6 kilometer lagi.(DELVINO AGUSTIN UNTUK PADEK)
CURAM: Kondisi ruas jalan Pasar Baru- Alahanpanjang. Ruas jalan sepanjang 52 kilometer ini masih belum teraspal sepanjang 5,6 kilometer lagi.(DELVINO AGUSTIN UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pembangunan ruas jalan Pasar Baru, Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan ke Alahanpanjang, Kabupaten Solok telah dimulai sejak tahun 2008.

Namun dari 52 kilometer panjangnya, ada 5,6 kilometer lagi yang belum tersentuh aspal dan sangat diharapkan masyarakat untuk segera dituntaskan.

SARMIN, 57, warga Asamkumbang, Kecamatan Bayang Utara, mengatakan, kehadiran ruas jalan itu sangat memberikan angin segar bagi masyarakat dua daerah.

Sebab dengan dua potensi besar yang dimiliki, kehadiran ruas jalan ini tidak hanya sekedar membuka dan mempercepat akses dua daerah dengan jarak tempuh dari 165 kilometer sebelumnya, menjadi 52 kilometer.

Tapi juga akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat di dua daerah. Disampaikannya bahwa Pessel dengan potensi perikanan lautnya yang besar, bisa menjadikan Kabupaten Solok sebagai pangsa pasarnya.

Sedangkan potensi besar sayur-sayuran yang dimiliki Kabupaten Solok, bisa pula dipasarkan ke Pesisir Selatan.   “Namun dengan masih belum tuntasnya pembangunan ruas jalan ini, membuat harapan masyarakat masih tertunda,” ungkapnya, Senin (27/1).

Harapan yang sama juga disampaikan Yurinaldi, 48. Ia berharap agar pembangunan ruas jalan itu segera dituntaskan. Dia mengungkapkan, awal tahun lalu ruas jalan sekitar 5,6 kilometer yang belum diaspal itu masih bisa dikatakan aman untuk dilalui.

Sebab belum begitu memiliki banyak lobang bekas aliran air akibat hujan. Terutama pada tanjakan-tanjakan. Karena masih aman, sehingga setiap Sabtu dia pergi ke Alahanpanjang menjual ikan yang dibeli dari nelayan Carocok, Tarusan, dengan menggunakan sepeda motor.

Namun sekarang dia tidak berani lagi, karena di Bukit Gandum, ruas yang belum diaspal itu, tanjakannya sangat ekstrim. Apalagi ketika musim hujan saat ini.

“Dari pada berdampak terhadap keselamatan, sehingga saya hentikan saja untuk sementara menjual ikan ke Alahanpanjang itu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pada ruas jalan yang belum diaspal sepanjang 5,6 kilometer itu, banyak terdapat tanjakan atau pendakian yang cukup tinggi dan juga ekstrim.

Beberapa pendakian dan tanjakan itu akan menguji nyali sebagai pengendara, walaupun di titik-titik ekstrim itu sesama pengendara motor lainnya akan membantu mendorong dari belakang.

Kepada Padang Ekspres dia mengingatkan agar di saat kondisi cuaca yang masih sering hujan saat ini, bagusnya tidak usah dulu melewati ruas jalan yang belum diaspal itu.

“Namun kalau memang sangat penting, bagusnya pergi secara berbarengan dengan cara konvoi. Sehingga bila bertemu dengan medan yang berat, bisa saling bantu-membantu,” sebutnya.

Arman, 48, pengendara lainnya yang ditemui Padang Ekspres juga menjelaskan bahwa bila ingin menembus ruas jalan itu, bagusnya di musim tidak penghujan atau di musim panas.

Medan yang berat itu adalah pengendara dari arah Bayang ke Alahan Panjang, sebab medan yang dilewati dari arah Bayang rata-rata pendakian. Beda bila dari Alahan Panjang, medannya menurun. Kalaupun ada pendakian, namun tidak begitu ekstrim.

“Namun bagi yang suka tantangan olahraga trabas, medan seperti saat ini tentu sangat mereka sukai,” katanya menambahkan. Dia memperkirakan ada sekitar 1 kilometer tanjakan yang dia lewati itu perlu dilakukan pemangkasan.

“Nah, jadi untuk ruas jalan Bayang-Alahanpanjang ini, selain masih dibutuhkan pengaspalan sepanjang 5,6 kilometer, sekitar 1 kilometer perlu juga dilakukan pemangkasan. Tujuannya agar ruas jalan ini benar-benar nyaman untuk dilewati oleh pengendara nantinya, baik mobil maupun sepeda motor,” ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, ketika dihubungi Senin (27/1) mengatakan, pihaknya bersama Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCTKR) Sumbar, di pengujung tahun 2024 lalu juga sudah melakukan peninjauan ke lapangan.

Melihat sejauh mana progres pembangunan dan kondisi terkini ruas jalan Bayang-Alahan Panjang tersebut. Dalam kunjungan itu memang masih terdapat sepanjang 5,6 kilometer yang belum diaspal. Namun sebelum dilakukan pengaspalan, ada sekitar 700 meter tanjakan yang dinilai sangat ekstrem perlu dilakukan pemangkasan.

Untuk dua item kegiatan itu, setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 38 miliar. “Kami berharap di tahun ini tuntas, sehingga akses dua daerah dengan potensi berbeda ini sudah bisa dilewati dengan aman dan nyaman oleh pengendara,” timpalnya. (***)

Editor : Novitri Selvia
#jalan ekstrem #jalan Bayang ke Alahanpanjang #Jalan Pasar Baru Alahanpanjang