Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua Puskesmas hanya Layani Dua Pasien: Belum Diketahui secara Masif, Sosialisasi Perlu Ditingkatkan, Simulasi di Sijunjung Tekendala Sinyal

Yulicef Anthony • Rabu, 12 Februari 2025 | 10:30 WIB

ANTRE PELAYANAN: Masyarakat sedang menunggu giliran untuk mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Lubukbuaya, Kota Padang kemarin. (SILVINA/PADEK)
ANTRE PELAYANAN: Masyarakat sedang menunggu giliran untuk mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Lubukbuaya, Kota Padang kemarin. (SILVINA/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Cek kesehatan gratis (CKG) belum berjalan maksimal di Kota Padang. Pasalnya, program nasional tersebut masih minim peserta. Setidaknya hal tersebut Padang Ekspres dapati di dua Puskesmas kemarin. Yakni di Puskesmas Ulakkarang dan Puskesmas Lubukbuaya.

Meskipun secara nasional program tersebut sudah dimulai sejak Senin (10/2), layanan di dua puskesmas tersebut baru dilakukan kemarin. Program CKG di masing-masing puskesmas itu hanya diikuti satu peserta.

Salah seorang masyarakat yang memanfaatkan layanan ini adalah Hartati, 56, di Puskesmas Ulakkarang. Menurut dia, proses yang ia lalui cukup lancar dengan pelayanan petugas yang ramah.

“Meskipun saya harus menunggu hasil beberapa waktu, saya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Semua pemeriksaan yang saya butuhkan, termasuk yang biasanya mahal seperti cek kesehatan gigi, mata dan asam urat sudah termasuk dalam program ini,” jelas warga Ulakkarang ini. 

Dia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Biasanya, untuk melakukan cek kesehatan lengkap seperti ini, dia harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Dia mengatakan, CKG juga meng-cover semua pemeriksaan yang sebelumnya tidak ter-cover Kartu Indonesia Sehat.

”Saya dengar program ini juga mencakup pemeriksaan Jantung. Sayangnya, kali ini saya belum menjalani pemeriksaan tersebut.  Semoga ke depannya pemeriksaan tersebut juga bisa dilakukan. Namun demikian, saya tetap bersyukur karena sudah mendapatkan pemeriksaan yang cukup menyeluruh,” tambahnya.

Penanggung jawab Program CKG di Puskesmas Ulakkarang Nisrina mengungkapkan, untuk percobaan pertama kemarin, Puskesmas ini melayani lima orang pasien. Namun hanya ada satu pasien. Adapun CKG tersebut berlangsung pada Selasa dan Sabtu.

Secara umum, terangnya, pelaksanaan CKG berjalan lancar dan kondusif. Sesuai dengan tata cara pemeriksaan yang telah ditetapkan. Namun, terdapat beberapa poin yang perlu mendapat perhatian lebih, terutama terkait sosialisasi program kepada masyarakat.

“Salah satu pasien yang sudah bersedia, ternyata tidak datang tanpa pemberitahuan. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi program CKG kepada masyarakat,” tekannya.

Pihak Puskesmas Ulakkarang, sebutnya, telah berupaya melakukan sosialisasi. Namun tampaknya sosialisasi tersebut belum optimal.

“Kami telah mengumumkan rencana pelaksanaan CKG hari ini, namun tampaknya informasi tersebut belum sampai secara efektif kepada seluruh masyarakat. Ke depannya, kami akan meningkatkan upaya sosialisasi melalui berbagai media dan saluran komunikasi yang lebih efektif. Seperti media sosial, pamflet, dan kerja sama dengan tokoh masyarakat,” lanjutnya.

Terkait kuota pasien yang dilayani setiap hari, dia menjelaskan bahwa saat ini Puskesmas Ulak Karang membatasi kuota CKG menjadi 5 pasien per hari. “Pembatasan ini dilakukan mengingat kepadatan penduduk dan keterbatasan jumlah staf medis,” jelasnya.

“Satu pasien membutuhkan waktu pemeriksaan lebih dari satu jam. Jika kami menerima lebih banyak pasien, dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas pelayanan dan waktu tunggu pasien menjadi lebih lama,” tambahnya.

Dia mengingatkan, CKG di Puskesmas Ulakkarang bukanlah pemeriksaan penyakit spesifik, melainkan screening kesehatan. “Sifatnya adalah screening untuk mendeteksi berbagai faktor risiko, kondisi pra-penyakit, dan penyakit secara umum,” jelasnya.

“Jadi, pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai macam penyakit, bukan hanya satu atau dua penyakit tertentu,” sambung dia.

Terpisah, Ketua Tim CKG Puskesmas Lubukbuaya Cyintia Zulinasari menyebutkan, animo masyarakat ternyata masih rendah untuk melakukan CKG. Sedangkan pihak puskesmas sudah melakukan sosialisasi baik secara personal ataupun melalui daring.

“Ternyata ada juga yang takut melakukan CKG. Masyarakat takut mengatahui penyakit mereka lebih lanjut jika dilakukan CKG. Itu ada yang mereka sampai ke saya. Ada juga pasien bertanya apa maanfaat pemeriksaan CKG itu,” kata dia. 

Program CKG ini dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok usia. Warga berusia 0 hingga 6 tahun dan di atas 18 tahun dapat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Lubukbuaya atau di Puskesmas terdekat yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan mereka.

Sementara itu, untuk anak-anak usia sekolah (7-17 tahun), pemeriksaan kesehatan gratis akan dilakukan langsung di sekolah-sekolah mereka pada bulan Juli 2025.

Puskesmas Lubukbuaya telah mengatur jadwal yang fleksibel untuk program CKG ini, dengan layanan tersedia setiap hari kerja. Pada hari Senin sampai Kamis, pelayanan dimulai pada pukul 13.00 WIB, sedangkan pada hari Jumat dan Sabtu, layanan dimulai lebih awal, yaitu pada pukul 07.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB.
Petugas Terkendala Sinyal

Di Kabupaten Sijunjung, Dinas Kesehatan setempat baru menggelar sosialisasi dan simulasi CKG bagi warga masyarakat, kemarin. Dari simulasi dan sosialisasi tersebut, didapatkan sejumlah catatan.

Di antaranya, hingga kemarin umumnya masyarakat belum tahu dan paham akan adanya program ini. Sehingga mereka datang ke puskesmas atau rumah sakit dengan tujuan seperti biasa. Yakni pergi berobat atas gangguan penyakit yang diderita. Begitupun menjalani rawat inap, rawat jalan pasca pemulihan. 

Mardiana, 56, salah seorang warga Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari mengaku tidak tahu adanya program CKG itu. Sebab itu ia datang dan mengantre di ruang tunggu RSUD Sijunjung guna mengurus proses pengobatan suaminya yang sakit sesak nafas. 

Hal sama juga diungkapkan pengunjung lainnya di RSUD Sijunjung. ”Saya kira tadinya pihak rumah sakit ada suatu acara, tak tahu soal program itu,” ujar Erik Saputra, 43, di ruang antrean pengambilan obat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung Yan Rivaldi menyebutkan, program ini juga akan diberlakukan di Kabupaten Sijunjung, namun saat ini  diawali dengan simulasi dengan memberdayakan 11 puskesmas dan dua rumah sakit umum.  “Sampai hari ini kita baru tahap sosialisasi dan simulasi di masing-masing FKTP,” ujarnya. 

Sebelum melakukan CKG, warga diharuskan mengunduh aplikasi Satu Sehat dan memasukan identitas diri, termasuk tanggal lahir. “Dari simulasi yang dilakukan ternyata para petugas sempat terkendala sinyal internet yang lambat,” ucapnya pula.
Tahap Penyesuaian 

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Lila Yanwar mengatakan, program CKG masih dalam tahap penyesuaian. Seluruh puskesmas maupun rumah sakit yang berkerja sama dengan BPJS kesehatan sudah membuka layanan CKG.

Minimnya animo masyarakat terhadap program ini, terang dia, tak lepas pula dari tahap penyesuaian itu. Dengan demikian, tekannya sosialisasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan.

Sejauh ini sosialisasi dilakukan melalui Dukcapil dan menghubungi via telepon pasien yang akan CKG. “Namun perlu dievaluasi dan ditingkatkan lagi efektivitasnya,” sebutnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengaturan sistem yang baik di tingkat puskesmas. Karena pemeriksaan CKG cukup banyak dan membutuhkan waktu, maka puskesmas perlu mengatur sistem yang baik agar pelayanan berjalan lancar dan efisien. Apalagi terkait pengaturan jumlah pasien per hari dan waktu pemeriksaan.

Lila Yanwar juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan CKG, terutama terkait informasi paket pemeriksaan bagi mereka yang berulang tahun.

“Informasi paket pemeriksaan sebaiknya diberikan satu bulan sebelum ulang tahun. Ini penting agar masyarakat dapat merencanakan dan mempersiapkan diri untuk mengikuti pemeriksaan,” tambahnya. (cr1/atn)

Editor : Novitri Selvia
#Puskesmas Ulakkarang #Dinas Kesehatan Kota Padang #dinas kesehatan sumbar #program CKG 2025 #Puskesmas Lubukbuaya #Lila Yanwar