Kenaikan ini didukung oleh performa kuat dari kantor area, cabang, dan outlet Pegadaian yang tersebar di Provinsi Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sumatera Barat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil Pekanbaru, Eko Supriyanto, mengungkapkan bahwa produk emas menjadi penyumbang utama pertumbuhan ini.
Produk Cicil Emas dan Tabungan Emas Pegadaian mengalami kenaikan luar biasa sebesar 144% yoy. Selain itu, produk Gadai juga tumbuh 33%, sementara semua produk secara keseluruhan meningkat 28%.
"Kenaikan ini merupakan dampak dari kenaikan harga emas belakangan ini. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui PT Pegadaian untuk melaksanakan kegiatan usaha bullion atau Bank Emas, yang mencakup deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, dan perdagangan emas,” jelas Eko, mengutip surat persetujuan OJK bernomor S-325/PL.02/2024.
PT Pegadaian Kanwil Pekanbaru menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10% pada semester I 2025. Eko menyatakan optimisme bahwa target ini akan tercapai, mengingat tren investasi emas yang semakin diminati masyarakat.
“Setiap perusahaan selalu berupaya untuk tumbuh. Tahun ini, kami optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Tren emas yang sedang naik daun juga menjadi peluang bagi Pegadaian untuk memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat kini dapat memanfaatkan produk Deposito Emas yang dapat diakses melalui aplikasi Pegadaian Digital Service. Dengan minimal saldo Tabungan Emas sebesar 5 gram, nasabah akan mendapatkan bagi hasil sebesar 1% per tahun.
Pegadaian berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan mengembangkan ekosistem emas di Indonesia. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, yang dianggap sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.(rpg)
Editor : Hendra Efison