Dalam siaran pers yang disampaikan setelah sidang isbat, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan beberapa poin penting terkait penetapan awal Ramadan 1446 H.
Berdasarkan hasil rukyatul hilal dan perhitungan hisab, awal Ramadan 1446 H ditetapkan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Hilal telah terlihat di beberapa titik pemantauan di seluruh Indonesia, sehingga keputusan ini diambil dengan musyawarah dan mufakat.
Menteri Agama menekankan pentingnya persatuan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Beliau mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk memulai puasa secara serentak dan menjadikan bulan suci ini sebagai momen untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Menteri Agama juga mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual dalam menyambut bulan Ramadan. Beliau mengajak umat untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan menjaga kesehatan selama menjalankan puasa.
Menteri Agama mengajak umat Islam untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan selama bulan Ramadan, seperti tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan ceramah agama. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan dalam setiap kegiatan keagamaan.
Dalam siaran persnya, Menteri Agama juga menyampaikan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengawasi dan mengendalikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.
Sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada hari ini menetapkan bahwa awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk memulai puasa secara serentak dan menjadikan bulan suci ini sebagai momen untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Beliau juga mengingatkan pentingnya persiapan fisik dan spiritual, pengawasan harga kebutuhan pokok, dan mengikuti kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan.(*)
Editor : Hendra Efison