Sejak dibuka pada 11 Februari 2025, pasar murah ini menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah, terutama menjelang bulan Ramadan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau pasar murah tersebut pada Selasa (4/3/2025). Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan instansi terkait dalam menekan inflasi.
“Tadi sudah kami tinjau, ada selisih harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 dibandingkan pasar biasa. Selain itu, warga juga mendapat voucher Rp5000 untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Fadly.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Syahendri Barkah, menyebutkan bahwa hingga kini sudah ada 11 titik pasar murah yang beroperasi. Pihaknya juga berencana menambah lokasi serupa untuk menjangkau lebih banyak warga.
“Kami mengimbau distributor dan pelaku usaha untuk menjual barang dengan harga lebih murah. Penggunaan kupon hanya berlaku untuk pembelian kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula,” kata Syahendri.
Warga yang berbelanja di pasar murah ini merasa terbantu, terutama dalam menghadapi lonjakan harga menjelang Ramadan. Idawati (55), salah satu pembeli, mengungkapkan bahwa pasar murah sangat meringankan beban ekonomi keluarganya.
“Dengan adanya pasar murah, saya bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Ini sangat membantu, terutama saat puasa dan menjelang Lebaran,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sintia, warga lainnya, juga merasakan manfaat dari pasar murah ini. Ia mengatakan bahwa harga barang yang lebih terjangkau sangat membantu mengurangi pengeluaran keluarga.
“Harga barang di sini lebih murah, jadi pengeluaran bisa lebih hemat. Apalagi dengan adanya voucher, belanja jadi lebih ringan,” ungkap Sintia.
Pasar murah ini diharapkan terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. (*)
Editor : Hendra Efison