Secara umum, cuaca akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Probabilitas cuaca hujan pada bulan April diperkirakan sebesar 40%, sementara cuaca tanpa hujan mencapai 60%.
Dari total curah hujan, 75% diperkirakan berupa hujan ringan hingga sedang, sementara 25% berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Daerah berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat:
- Perairan pesisir Sumatera Barat (Pasaman Barat, Padang Pariaman, Pesisir Selatan)
- Perairan Kepulauan Mentawai (Siberut, Sipora, Pagai)
- Perairan Samudera Hindia di barat Kepulauan Mentawai.
Hujan diprediksi terjadi pada awal Dasarian I, akhir Dasarian II, dan awal Dasarian III dengan kecenderungan turun pada sore hingga malam hari.
Angin di wilayah perairan Sumatera Barat dan Bengkulu diprakirakan bertiup sebagai berikut:
- Pesisir Barat Sumatera Barat: Barat - Timur Laut
- Perairan Kepulauan Mentawai: Barat Laut - Utara
- Pulau Enggano dan Samudera Hindia: Utara - Timur Laut
Kecepatan angin rata-rata di perairan berkisar antara 2-20 knots, sedangkan di wilayah pesisir pantai antara 1-12 knots.
Kondisi Gelombang Laut
Secara umum, kondisi gelombang laut pada April berada dalam kategori rendah hingga tinggi.
Rincian ketinggian gelombang di beberapa wilayah perairan adalah sebagai berikut:
- Perairan Barat Sumatera Barat dan Perairan Timur Kepulauan Mentawai: 0,20 - 1,50 meter
- Perairan Utara Siberut: 0,50 - 2,50 meter
- Perairan Barat Kepulauan Mentawai dan Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai: 2,00 - 3,00 meter
Astronomi
Kondisi pasang surut air laut juga dipengaruhi oleh fase bulan sebagai berikut:
- Pasut Purnama (Spring Tide) terjadi pada 13 April (Bulan Baru) dan 28 April (Bulan Purnama), dengan pasang maksimal mencapai 1,4 meter pada pukul 07.00 WIB di perairan pesisir Sumatera Barat.
- Pasut Perbani (Neap Tide) terjadi pada 5 April (Kuarter I) dan 21 April (Kuarter III), dengan pasang maksimal mencapai 1,0 meter pada pukul 16.00 WIB di perairan Padang.
Peringatan Dini
BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem:
- Gelombang laut tinggi 2,00 - 2,80 meter di Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai.
- Gelombang laut 0,50 - 2,00 meter di Perairan Utara Siberut dan Perairan Barat Kepulauan Mentawai.
- Gelombang laut 0,20 - 1,80 meter di Perairan Barat Sumatera Barat dan Perairan Timur Kepulauan Mentawai.
- Potensi angin kencang 8 - 22 knots di perairan Samudera Hindia Barat Mentawai.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan, wisatawan, dan pemancing, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi keselamatan di perairan yang disebutkan dalam peringatan dini.
Aktivitas di laut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca yang telah diprakirakan.
Informasi ini dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim (BMKG) Teluk Bayur Padang pada 30 Maret 2025 pukul 10.00 WIB.(*)
Editor : Heri Sugiarto