Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, kolom abu letusan teramati setinggi sekitar 350 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 3.241 meter di atas permukaan laut.
Erupsi ini mengeluarkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal yang mengarah ke timur laut. Seismograf merekam erupsi dengan amplitudo maksimum 1,6 mm dan durasi 57 detik.
Imbauan dan Rekomendasi PVMBG
Merespons erupsi ini, PVMBG mengeluarkan serangkaian rekomendasi penting bagi masyarakat dan pihak terkait:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Marapi, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Verbeek, pusat aktivitas gunung.
2. Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan.
3. Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
4. Seluruh pihak diimbau untuk menjaga suasana kondusif, tidak menyebarkan hoaks, dan tidak terprovokasi isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
5. Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta untuk terus berkoordinasi dengan PVMBG atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi guna mendapatkan informasi terkini tentang aktivitas gunung.
6. Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui situs web Badan Geologi (geologi.esdm.go.id), PVMBG (vsi.esdm.go.id), Magma Indonesia (magma.esdm.go.id), aplikasi Magma Indonesia, atau media sosial PVMBG. (*)
Editor : Hendra Efison